Profil Literasi Statistis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Statistika ditinjau dari Perbedaan Gender
Statistical Literacy Profile of Junior High School Students in Solving Statistical Problems from a Gender Perspective
Era Revolusi Industri 4.0 yang dikenal sebagai era big data menuntut seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta didik, memiliki kemampuan literasi statistis untuk menghadapi kompleksitas dunia yang didominasi oleh data. Literasi statistis mencakup kemampuan memahami terminologi statistik, menginterpretasikan informasi, menyusun kesimpulan, serta mengevaluasi informasi statistik secara kritis. Kondisi tersebut mendasari pentingnya penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan profil literasi statistis siswa sekolah menengah pertama dalam menyelesaikan masalah statistika ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai profil literasi statistis berdasarkan gender. Subjek penelitian terdiri atas seorang siswa perempuan feminin dan seorang siswa laki-laki maskulin yang dipilih dari 34 siswa melalui angket gender dan tes kemampuan matematika. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam berbasis tugas pemecahan masalah statistika, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan indikator literasi statistis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan feminin cenderung menampilkan proses literasi statistis yang reflektif dan cermat, dengan keunggulan pada pengamatan visual dan pemaknaan konteks informasi. Pemahaman terhadap terminologi statistik dan kemampuan interpretasi informasi ditunjukkan secara konsisten, meskipun terdapat miskonsepsi prosedural dalam menentukan nilai median. Sementara itu, siswa laki-laki maskulin menunjukkan pendekatan yang lebih sistematis dan analitis, unggul dalam aspek menyimpulkan dan mengevaluasi melalui perhitungan numerik dan validasi data, meskipun keterkaitan hasil perhitungan dengan konteks informasi masih terbatas. Perbedaan tersebut tercermin dalam strategi penyajian data, perumusan simpulan, dan evaluasi informasi statistik. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa gender memengaruhi secara kualitatif pola berpikir dan strategi siswa dalam memahami, mengelola, serta menalar informasi berbasis data. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa gender memengaruhi secara kualitatif pola berpikir dan strategi siswa dalam memahami, mengelola, serta menalar informasi berbasis data.
Kata kunci: Literasi statistis, pemecahan masalah statistika, gender, siswa sekolah menengah pertama.
The Fourth Industrial Revolution era, widely recognized as the age of big data, demands that all segments of society, including students, possess statistical literacy to navigate the complexities of a data-driven world. Statistical literacy encompasses the ability to understand statistical terminology, interpret information, draw conclusions, and critically evaluate statistical data. This study aims to describe the statistical literacy profiles of junior secondary school students in solving statistical problems from a gender perspective. A qualitative case study approach was employed to gain an in-depth understanding of students' statistical literacy about gender. The research subjects consisted of one female student and one male student, selected from a group of 34 students through a gender-role questionnaire and a mathematics ability test. Data were collected through task-based in-depth interviews on statistical problem-solving and were analyzed descriptively using established statistical literacy indicators. The findings reveal that the female student demonstrated a reflective and meticulous approach to statistical literacy, with strengths in visual observation and contextual interpretation of information. She consistently exhibited a good understanding of statistical terminology and interpretation skills, despite a procedural misconception regarding the calculation of the median. In contrast, the masculine male student adopted a more systematic and analytical approach, excelling in drawing conclusions and evaluating data through numerical computation and data validation. However, his ability to relate results to contextual information was limited. These differences were evident in their strategies for data presentation, formulation of conclusions, and evaluation of statistical information. The study indicates that gender qualitatively influences students' patterns of thinking and strategies in understanding, processing, and reasoning with data-based information.
Keywords: statistical literacy, statistical problem-solving, gender, junior secondary school students.