Relasi Simbolik Bunga dan Perempuan sebagai Ide dalam Penciptaan Karya Silk Painting
The Symbolic Relationship Between Flowers and Woman as an Idea in the Creation of Silk Painting Works
Bunga dan perempuan sama-sama dikaitkan dengan kelembutan dan keindahan dalam berbagai budaya, sastra, seni, dan pemikiran filosofis. Bunga dijadikan simbol estetika tertinggi yang berasal dari alam sedangkan perempuan adalah manifestasi keindahan pada diri manusia. Simbolis ini tidak hanya pada pandangan segi estetika, namun terdapat makna ideologis tentang peran, tubuh, emosi perempuan yang kompleks. Hubungan feminimisme perempuan ini dapat di sampaikan dengan jelas menggunakan bunga sebagai simbol kekuatan, perlawanan, dan definisi identitas perempuan.
Konsep tersebut kemudian diwujudkan dalam karya seni dua dimensi. Ide penciptaan direalisasikan oleh perupa melalui sebuah karya lukis silk painting dengan menggambarkan simbolisme antara bunga dan perempuan. Objek figure utama wanita yang melakukan sebuah gesture tertentu menjadi gambaran arti dari bunga itu sendiri. Terdapat penambahan objek pendukung seperti pedang dan jam sebagai penguat makna, serta bentuk rambut yang menjuntai panjang untuk menambah estetika pada perempuan. Terdapat 5 bunga yang terpilih yaitu azaleayang berarti kerapuhan, rose yang berarti cinta, crocus yang berarti keceriaan, asphodel yang berarti keputusasaan, sweet william berarti keberanian. Kelima bunga tersebut memiliki rujukan buku Foliography: An Illustrated Guide to the Victorian Language of Flowers oleh Jesica Roux.
Ada empat tahapan penciptaan karya seni yang perupa lakukan antara lain: tahap persiapan, tahap mengimajinasi, tahap pengembangan imajinasi, dan tahap pengerjaan. Perupa menggunakan media cat sutera yang diaplikasikan pada kain sutera satin dengan proses penciptaan sebagai berikut: pembuatan desain, persiapan alat dan bahan, dan perwujudan karya.
Jumlah karya yang dihasilkan adalah 5 buah dengan rincian sebagai berikut: karya pertama berjudul "Keindahan yang singkat" dengan media cat sutera pada kain sutera ukuran 110cm x 130cm; karya kedua berjudul "Si cantik merah" dengan media cat sutera pada kain sutera ukuran 110cm x130cm; karya ketiga berjudul "Musim semi pertama" dengan media cat sutera pada kain sutera ukuran 110cm x130cm; karya keempat berjudul "Kelapangan hati" dengan media cat sutera pada kain sutera ukuran 110cm x 130cm; karya keempat berjudul "Perjuangan" dengan media cat sutera pada kain sutera ukuran 110cm x130cm.
Flowers and women are both associated with softness and beauty across various cultures, literature, art, and philosophical thought. Flowers are regarded as the highest symbol of natural aesthetics, while women are seen as the manifestation of beauty in human form. This symbolism extends beyond mere aesthetics, carrying ideological meanings about the roles, bodies, and complex emotions of women. Feminine relationships and identities can be clearly conveyed through flowers as symbols of strength, resistance, and the definition of women's identity.
This concept is then realized through a two-dimensional artwork. The idea is materialized by the artist in a silk painting that depicts the symbolism between flowers and women. The main figure—a woman performing a specific gesture—becomes a visual metaphor for the flower itself. Additional supporting objects, such as a sword and a clock, are included to strengthen the meaning, while the depiction of long, flowing hair enhances the feminine aesthetic. Five flowers were chosen, each with its symbolic meaning: azalea represents fragility, rose symbolizes love, crocus stands for joy, asphodel conveys despair, and sweet william signifies courage. These meanings are referenced from the book Foliography: An Illustrated Guide to the Victorian Language of Flowers by Jessica Roux.
There are four stages in the artistic creation process: the preparation stage, the imagining stage, the development of imagination, and the execution stage. The artist uses silk paint as the medium, applied on satin silk fabric, with a creative process involving design-making, preparation of tools and materials, and realization of the artwork.
A total of five artworks were produced, detailed as follows: the first work is titled “Fleeting Beauty”, using silk paint on satin silk, measuring 110 cm x 130 cm; the second is “The Red Beauty”, also using silk paint on satin silk, 110 cm x 130 cm; the third is “First Spring”, silk paint on satin silk, 110 cm x 130 cm; the fourth is “Peace of Heart”, silk paint on satin silk, 110 cm x 130 cm; and the fifth is “Struggle”, with the same medium and dimensions.