Profil Berpikir Kritis Peserta Didik SMP dalam Menyelesaikan Masalah Geomteri Berdasarkan Gaya Kognitif Reflektif dan Impulsif
Profiles of Junior High School Students’ Critical Thinking in Solving Geometry Problems Based on Reflective and Impulsive Cognitive Styles
Ari Suningsih, 2025. Profil Berpikir Kritis Peserta Didik SMP dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Berdasarkan Gaya Kognitif Reflektif Dan Impulsif. Disertasi Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya. Pembimbing: (I) Prof. I Ketut Budayasa, Ph.D., (II) Dr.Ismail, M.Pd.
Kata Kunci: Berpikir kritis, Menyelesaikan Masalah, Impulsif, Reflektif, Geometri, Lingkaran
Berpikir kritis adalah aktivitas mental seseorang yang diwujudkan dalam bentuk prilaku dan memenuhi beberapa aspek seperti presisi/ketepatan, kelogisan, kedalaman keluasan kejelasan dan relevansi. Berpikir kritis tidak hanya berupa perilaku kognitif tetapi juga dikaitkan dengan faktor nonkognitif khususnya dalam penyelesaian masalah dan gaya kognitif. Gaya kognitif merupakan karakteristik seseorang dalam menanggapi, memproses, menyimpan, berpikir dan menggunakan informasi untuk menanggapi suatu tugas atau berbagai jenis situasi lingkungan. Gaya kognitif mempengaruhi berpikir kritis seseorang dalam penyelesaian masalah. Oleh karena itu untuk melihat bagaimana gaya kognitif seseorang dapat memperngaruhi berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan masalah, maka dipilih peserta didik dengan gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif impulsif.
Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksploratif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik SMP kelas IX dengan gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif impulsif dalam menyelesaikan masalah geometri. Kedua subjek yang terpilih memiliki kemampuan matematika yang setara dan jenis kelamin yang sama. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berbasis tugas penyelesaian masalah geometri dan peneliti sebagai instrument utama. Tekhnik analisis data menggunakan tahapan yang dimulai dari klasifikasi/kategorisasi data, reduksi data, menyajikan data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik dengan gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif impulsif selalu menggunakan berpikir kritisnya dalam penyelesaian masalah geometri yang memenuhi aspek ketepatan, kelogisan, kedalaman, keluasan, kejelasan dan relevansi. Walaupun mereka memiliki perbedaan dalam menyelesaikan masalah geometri tersebut. Peserta didik dengan gaya kognitif reflektif maupun impulsi sepenuhnya menggunakan berpikir kritisnya dalam setiap tahap penyelesaian masalah mulai dari memahami masalah, merencanakan, melaksanakan rencana dan melihat kembali hasil yang didapat.
Peserta didik dengan gaya kognitif reflektif, menunjukkan berpikir kritis yang mencakup aspek ketepatan, kelogisan, kedalaman, keluasan, kejelasan, dan relevansi. Dalam menyelesaikan masalah, memberikan penjelasan yang spesifik
dan rinci terhadap setiap langkah penyelesaian, serta menggunakan konsep yang benar dalam pelaksanaannya. Penyelesaian yang diberikan bersifat detail dan komprehensif , serta mencerminkan kemampuan melihat masalah dari berbagai sudut pandang, seperti representasi masalah dan analisis. Pada aspek kejelasan, langkah-langkah yang dilakukan disampaikan secara jelas tanpa menimbulkan persepsi ganda. Sementara itu, pada aspek relevansi, penyelesaian yang dilakukan sesuai dengan konteks masalah atau soal yang diberikan.
Peserta didik, yang memiliki gaya kognitif impulsif, menunjukkan berpikir kritis yang mencakup aspek ketepatan, kelogisan, kedalaman, keluasan, kejelasan, dan relevansi dalam menyelesaikan masalah geometri. Meskipun memiliki kecenderungan bertindak cepat dalam merespons, peserta didik tetap menjalankan langkah-langkah penyelesaian secara sistematis dan tepat tanpa menimbulkan persepsi ganda. peserta didik memberikan penjelasan yang spesifik dan rinci terhadap setiap tahapan penyelesaian, yang mencerminkan pemahaman yang mendalam terhadap prosedur matematika yang digunakan. Langkah-langkah yang diambil juga menunjukkan keterkaitan langsung dengan konteks masalah atau soal yang diberikan, sehingga relevansi solusi tetap terjaga. Selain itu, penyelesaian yang dilakukan bersifat detail dan komprehensif, mencakup semua informasi penting yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan secara menyeluruh. peserta didik juga meninjau permasalahan dari berbagai sudut pandang, baik dari segi representasi visual maupun dari aspek analisis konseptual. Kemampuan ini menunjukkan adanya keluasan berpikir dan fleksibilitas dalam menerapkan strategi penyelesaian. Tak hanya itu, peserta didik juga konsisten menggunakan konsep-konsep matematika yang tepat dan sesuai dengan kaidah yang berlaku, yang memperkuat kelogisan dan ketepatan dalam proses penyelesaian masalah. Dengan demikian, meskipun bergaya impulsif, peserta didik mengontrol proses berpikirnya secara kritis dalam konteks penyelesaian masalah geometri. Mengacu pada uraian tentang perbedaan di atas dapat disimpulkan bahwa perbedaan tipe gaya kognitif reflektif dan impulsif seseorang berpengaruh secara kualitatif terhadap berpikir kritis.
Ari Suningsih, 2025. Critical Thinking Profile of Junior High School Students in Solving Geometry Problems Based on Cognitive Style. Dissertation. Mathematics Education Postgraduate ProgramUniversitas Negeri Surabaya. Advisors: (I) Prof. I Ketut Budayasa, Ph.D., (II) Dr.Ismail, M.Pd
Keywords: Critical Thinking, Problem Solving, Impulsive, Reflective, Geometry, Circle.
Critical thinking is a person’s mental activity that is manifested in behavior and encompasses several aspects such as clarity, relevance, precision, logic, depth, and breadth. Critical thinking is not only a cognitive behavior but is also influenced by non-cognitive factors, particularly in problem-solving and cognitive style. Cognitive style refers to an individual's characteristic way of responding to, processing, storing, thinking about, and using information to handle tasks or various environmental situations. Cognitive style influences a person’s critical thinking in problem-solving. Therefore, to examine how an individual's cognitive style can affect students’ critical thinking in solving problems, this study selected students with reflective and impulsive cognitive styles.
This study employed a qualitative approach with an exploratory descriptive research design. The subjects were 9th-grade junior high school students with reflective and impulsive cognitive styles in solving geometry problems. Both selected subjects had equivalent mathematical abilities and the same gender. Data were collected through task-based interviews involving geometry problem-solving tasks, with the researcher acting as the main instrument. The data analysis technique followed the stages recommended by Miles et al. (2014), which included data classification/categorization, data reduction, data presentation, data interpretation, and conclusion drawing.
The results of the study show that students with reflective and impulsive cognitive styles consistently employed critical thinking in solving geometry problems, fulfilling the aspects of accuracy, logic, depth, breadth, clarity, and relevance, although they demonstrated differences in their problem-solving processes. Both reflective and impulsive students fully applied their critical thinking in each stage of problem-solving, including understanding the problem, planning, executing the plan, and reviewing the results obtained.
Students with a reflective cognitive style demonstrated critical thinking that covered the aspects of accuracy, logic, depth, breadth, clarity, and relevance. In solving problems, they provided specific and detailed explanations for each step, and correctly applied mathematical concepts. Their solutions were detailed and comprehensive, reflecting their ability to view the problem from multiple perspectives, such as through representation and analysis. In terms of clarity, the
steps were presented clearly, without creating multiple interpretations. Regarding relevance, the solutions matched the context of the given problems.
On the other hand, students with an impulsive cognitive style also demonstrated critical thinking across the dimensions of accuracy, logic, depth, breadth, clarity, and relevance in solving geometry problems. Although they tended to respond quickly, they still executed their problem-solving steps systematically and accurately, avoiding ambiguous interpretations. They provided specific and detailed explanations for each stage, reflecting a deep understanding of the mathematical procedures involved. The steps taken were directly related to the context of the problem, thus maintaining the relevance of the solution. Furthermore, the solutions were detailed and comprehensive, encompassing all necessary information required for a thorough answer. These students also approached the problems from various perspectives, both visually and conceptually, indicating breadth of thought and flexibility in strategy application. Additionally, they consistently used appropriate mathematical concepts in accordance with standard rules, reinforcing the logicality and accuracy of their problem-solving process. Therefore, despite having an impulsive cognitive style, the student was able to critically control their thinking process in the context of solving geometry problems. Based on the above explanation of the differences, it can be concluded that the distinction between reflective and impulsive cognitive styles has a qualitative impact on critical thinking.