Relasi Kuasa Komunitas Anti Riba di Surabaya dalam Penolakan Bunga Kredit Perbankan
The Power Relation of "Komunitas Anti Riba" in Surabaya in the Rejection of Banking Interest Rates
Masyarakat saling berkumpul menjadi satu sehingga membentuk suatu komunitas. Terdapat komunitas yang unik di Surabaya berbasis keyakinan terhadap agama. Komunitas ini bernama komunitas anti riba. Komunitas ini terkenal dalam menantang praktik riba. Riba dianggap sebagai bentuk eksploitasi keuangan yang tidak adil. Dalam melakukan penolakan bunga kredit perbankan, mereka mengadakan beberapa kegiatan seperti seminar, sharing, dan pendampingan. Dalam melakukan sosialisasi, mereka berdasar pada Al Qur’an dan hadis. Komunitas ini memiliki tujuan terciptanya masyarakat muslim yang sebenar-benarnya sehingga sebaik mungkin menghindari riba. Penelitian ini akan dibahas menggunakan perspektif relasi kuasa Michel Foucault. Metode penelitiannya adalah kualitatif menggunakan pendekatan ethnometodologi. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling agar terwujud penelitian yang tefokus. Selanjutnya analisis data menggunakan perspektif Miles & Huberman yakni reduksi data, model data dan verifikasi yang selanjutnya diambil kesimpulan. Hasil temuan data menunjukkan kondisi objektif anggota komunitas saling memiliki kondisi yang sama yakni terpuruk perekonomiannya. Mereka kemudian bergabung dalam komunitas ini supaya dapat memecahkan permasalahan hutang. Selanjutnya mereka mengikuti doktrin yang disosialisasikan oleh komunitas anti riba sebagai wujud adanya relasi kuasa.
People gather together to form a community. There is a unique community in Surabaya based on religious beliefs. This community is called the anti-usury community. This community is famous for challenging the practice of usury. Usury is considered a form of unfair financial exploitation. In rejecting bank loan interest, they hold several activities such as seminars, sharing, and mentoring. In conducting socialization, they are based on the Qur'an and hadith. This community aims to create a true Muslim society that avoids usury as much as possible. This research will be discussed using Michel Foucault's power relations perspective. The research method is qualitative using an ethnomethodology approach. Subject selection uses purposive sampling techniques to realize focused research. Furthermore, data analysis uses the perspective of Miles & Huberman, namely data reduction, data modeling, and verification which are then drawn conclusions. The results of the data findings show that the objective conditions of community members have the same condition, namely their economic downturn. They then joined this community to solve the debt problem. Furthermore, they follow the doctrine socialized by the anti-usury community as a form of power relations.