TINGKAT KECEMASAN ATLET TAEKWONDO KYORUGI PUTRA DAN PUTRI DI DOJANG JALA DEWA TAEKWONDO CLUB
Kecemasan merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat memengaruhi performa atlet saat bertanding. Pada atlet taekwondo, kecemasan dapat muncul dalam bentuk gejala motorik, afektif, somatik, dan kognitif yang berpotensi mengganggu konsentrasi serta pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan atlet taekwondo kyorugi putra dan putri di Dojang Jala Dewa Taekwondo Club. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif kuantitatif dan desain survei. Penelitian dilaksanakan pada 20-21 Desember 2025 di GOR Pancasila Surabaya. Populasi penelitian berjumlah 60 atlet, sedangkan sampel berjumlah 20 atlet yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket Sport Anxiety Scale yang dikembangkan Nyak Amir (2013) dengan 22 butir pernyataan, serta didukung observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan atlet secara umum berada pada kategori agak rendah dengan nilai mean 39,00. Sebanyak 65% atlet berada pada kategori agak rendah dan 35% berada pada kategori agak tinggi. Aspek somatik menjadi aspek yang paling dominan, sedangkan uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan tingkat kecemasan berdasarkan jenis kelamin. Disimpulkan bahwa kecemasan atlet Dojang Jala Dewa secara umum berada dalam kategori agak rendah dan cukup terkendali, tetapi sebagian atlet tetap memerlukan perhatian. Pelatih disarankan menerapkan latihan pengelolaan kecemasan secara terprogram.
Anxiety is a psychological factor that can affect an athlete's performance during a competition. In taekwondo athletes, anxiety can appear in the form of motor, affective, somatic, and cognitive symptoms that have the potential to interfere with concentration and decision making. This study aims to determine the anxiety levels of male and female taekwondo kyorugi athletes at the Dojang Jala Dewa Taekwondo Club. This study used a quantitative approach with a quantitative descriptive method and a survey design. The study was conducted on December 20-21, 2025, at the Pancasila Sports Hall, Surabaya. The study population was 60 athletes, while the sample was 20 athletes selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a Sport Anxiety Scale questionnaire developed by Nyak Amir (2013) with 22 statement items, and supported by observation and documentation. Data were analyzed using descriptive statistics percentages with the help of Microsoft Excel and SPSS 25. The results showed that the athletes' anxiety levels were generally in the rather low category with a mean value of 39.00. A total of 65% of athletes were in the rather low category and 35% were in the rather high category. The somatic aspect was the most dominant, while a differential test showed no significant difference in anxiety levels based on gender. It was concluded that the anxiety levels of Dojang Jala Dewa athletes were generally low and fairly manageable, but some athletes still required attention. Coaches are advised to implement programmed anxiety management training.