ONOMATOPE DALAM ANIME AIKATSU SEASON 1 EPISODE 1- 9 KARYA STUDIO SUNRISE
ONOMATOPEIA IN THE ANIME AIKATSU ! SEASON 1 EPISODES 1 – 9 BY STUDIO
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk serta fungsi onomatope yang terdapat dalam anime Aikatsu! Season 1 episode 1–9 karya Studio Sunrise. Onomatope merupakan salah satu unsur kebahasaan yang menirukan bunyi alam, suara makhluk hidup, maupun ekspresi perasaan, dan memiliki peran penting dalam menyampaikan makna secara lebih hidup dan ekspresif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan landasan teori semantik dari Chaer (2014) serta klasifikasi onomatope menurut Oota dan Oota (2016). Data diperoleh melalui observasi dan transkripsi dialog, serta dokumentasi adegan yang mengandung unsur onomatope, baik dalam bentuk lisan, tulisan, maupun efek suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis utama onomatope yang digunakan dalam anime ini, yaitu giongo (擬音語) dan gitaigo (擬態語). Giongo digunakan untuk menirukan bunyi nyata, sedangkan gitaigo menggambarkan keadaan, perasaan, atau gerakan tanpa suara. Kedua jenis onomatope tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tiruan bunyi, tetapi juga sebagai sarana komunikasi dan ekspresi karakter yang memperkuat suasana dalam cerita. Dengan demikian, penggunaan onomatope dalam Aikatsu! menunjukkan bagaimana bahasa, budaya, dan emosi saling berhubungan dalam media populer Jepang.
Kata Kunci: onomatope, Aikatsu!, semantik, giongo, gitaigo
This study aims to describe the forms and functions of onomatopoeia found in the anime Aikatsu! Season 1 episodes 1–9 produced by Studio Sunrise. Onomatopoeia is a linguistic element that imitates natural sounds, human or animal voices, and emotional expressions, serving an important role in conveying meaning vividly and expressively. The study applies a descriptive qualitative method, referring to Chaer’s (2014) semantic theory and the classification of onomatopoeia by Oota and Oota (2016). The data were collected through observation, transcription of dialogues, and documentation of scenes containing onomatopoeic elements, both verbal and visual. The findings indicate two main types of onomatopoeia used in the anime: giongo (擬音語) and gitaigo (擬態語). Giongo represents real or natural sounds, while gitaigo describes silent states, feelings, or movements. Both types not only function as sound imitations but also serve as communicative and expressive tools that strengthen the emotional atmosphere and character interactions. Thus, the use of onomatopoeia in Aikatsu! reflects the interconnection between language, culture, and emotion within Japanese popular media.
Keywords: onomatopoeia, Aikatsu!, semantics, giongo, gitaigo