THE EFFECT OF TRADITIONAL GAME GOBAK SODOR ON IMPROVING GROSS MOTOR ABILITIES IN CHILDREN AGED 10-12 YEARS
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar siswa kelas IV dan V di SDN Lidah Wetan 4 melalui penerapan permainan tradisional gobak sodor. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 siswa, terdiri dari 14 siswa kelas IV dan 10 siswa kelas V. Pengumpulan data dilakukan melalui tes lari 30 meter, lari zigzag, melempar, berdiri dengan satu kaki, dan lompat jauh tanpa awalan, baik sebelum maupun sesudah diberikannya perlakuan berupa permainan tradisional gobak sodor. Berdasarkan hasil pada tabel ANOVA pretest dan posttest, menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Hal ini berarti perlakuan yang diberikan memberikan dampak nyata terhadap hasil yang diukur dalam penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan tradisional Gobak Sodor secara signifikan mampu meningkatkan keterampilan motorik kasar siswa kelas IV dan V di SDN Lidah Wetan 4. Permainan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kecepatan, kelincahan, kekuatan otot tungkai, dan keseimbangan siswa. Dengan demikian, Gobak Sodor dapat dijadikan sebagai alternatif aktivitas fisik yang menarik dan menyenangkan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, sekaligus mendukung perkembangan fisik anak secara optimal.
Kata Kunci: permainan tradisional, gobak sodor, kemampuan motorik kasar
This study aims to improve the gross motor skills of fourth and fifth grade students at SDN Lidah Wetan 4 through the implementation of the traditional game Gobak Sodor. The method used is a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 24 students, comprising 14 students from grade IV and 10 students from grade V. Data were collected through a 30-meter sprint test, zigzag running, throwing, standing on one leg, and standing long jump, both before and after the treatment involving the Gobak Sodor game. Based on the results in the ANOVA table for pretest and posttest, there was a highly significant difference between the scores before and after the treatment, with a significance value of 0.000 (p < 0.05). This indicates that the treatment had a significant impact on the measured outcomes. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the traditional Gobak Sodor game significantly improves the gross motor skills of fourth and fifth grade students at SDN Lidah Wetan 4. The game has proven effective in enhancing students’ speed, agility, leg muscle strength, and balance. Therefore, Gobak Sodor can be considered an engaging and enjoyable alternative physical activity in physical education classes, while also supporting the optimal physical development of children.
Keywords: traditional games, gobak sodor, gross motor skills