PENGUJIAN SISTEM ABSENSI SMPN 2 PARANG MENGGUNAKAN METODE BLACK BOX TESTING
TESTING THE ATTENDANCE SYSTEM OF SMPN 2 PARANG USING THE BLACK BOX TESTING METHOD
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan dan kinerja sistem absensi pegawai di SMPN 2 Parang menggunakan metode Black Box Testing. Fokus utama pengujian adalah pada aspek fungsionalitas aplikasi tanpa menganalisis struktur internal atau kode sumber. Aplikasi absensi ini dikembangkan untuk menggantikan sistem manual yang rentan terhadap kesalahan pencatatan dan keterlambatan proses administratif. Fitur utama meliputi login pengguna, absensi masuk dan pulang berbasis foto (selfie), pencarian data pegawai, serta pembuatan laporan absensi harian. Pengujian dilakukan menggunakan pendekatan equivalence partitioning dan boundary value analysis untuk memverifikasi respons sistem terhadap berbagai skenario input. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama aplikasi berjalan sesuai dengan spesifikasi. Sistem mampu menangani input valid maupun tidak valid dengan benar dan memberikan umpan balik yang sesuai kepada pengguna. Dari survei kepuasan pengguna yang dilakukan terhadap pegawai SMPN 2 Parang, diperoleh hasil bahwa 91% responden merasa puas, dan 100% menyatakan bahwa aplikasi mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Sistem juga dinilai aman, responsif, dan kompatibel dengan berbagai perangkat. Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi absensi SMPN 2 Parang telah melewati pengujian dengan hasil yang positif dan siap untuk diimplementasikan secara berkelanjutan.
Kata kunci : Black Box Testing, sistem absensi, pengujian perangkat lunak, kepuasan pengguna, aplikasi sekolah.
This study aims to assess the feasibility and performance of the employee attendance system at SMPN 2 Parang using the Black Box Testing method. The testing focused on the functional aspects of the application without analyzing its internal structure or source code. The attendance application was developed to replace the manual attendance process, which was prone to errors and administrative delays. Key features include user login, check-in and check-out using selfies, employee data search, and automated attendance reports. The testing used equivalence partitioning and boundary value analysis approaches to verify system responses under various input scenarios. Results show that all core features operated according to specifications. The system successfully handled both valid and invalid inputs and provided accurate feedback to users. A user satisfaction survey conducted with SMPN 2 Parang staff revealed that 91% of respondents were satisfied, and 100% found the application easy to use and aligned with their needs. The system was also rated as secure, responsive, and compatible across multiple devices. These findings indicate that the attendance application has passed functional testing effectively and is ready for continued implementation.
Keywords: Black Box Testing, attendance system, software testing, user satisfaction, school application