Analisis Kemampuan Literasi Digital pada Mata Pelajaran IPA Siswa di SMP Negeri 13 Surabaya
Analysis of Digital Literacy Skills in Science Subjects of Students at SMP Negeri 13 Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi digital siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 13 Surabaya berdasarkan jenjang kelas, indikator kompetensi, dan jenis kelamin. Penelitian ini menggunkan metode campuran (mix method) berupa Explanatory Sequential Design dengan metode pengumpulan data berupa penyebaran soal melalui Google Form dan wawancara semi-terstruktur. Penelitian ini melibatkan siswa dari kelas VII, VIII, dan IX serta menganalisis empat indikator kompetensi literasi digital, yaitu Internet Searching, Hypertextual Navigation, Content Evaluation, dan Knowledge Assembly. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kemampuan literasi digital siswa berada pada kategori tinggi, dengan indikator tertinggi pada aspek Hypertextual Navigation (64%) dan terendah pada Internet Searching (60%). Berdasarkan jenjang kelas, siswa kelas VII memiliki capaian tertinggi pada indikator K3, sementara siswa kelas IX menunjukkan penurunan pada beberapa aspek. Analisis berdasarkan gender menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan dalam literasi digital. Hasil wawancara mendukung temuan kuantitatif dan menunjukkan bahwa akses perangkat, kebiasaan belajar, serta dukungan lingkungan menjadi faktor utama yang memengaruhi capaian siswa. Penelitian ini merekomendasikan integrasi literasi digital dalam pembelajaran IPA secara lebih sistematis dan merata.
The goal of this research is to analyze the student’s ability of digital literacy for Science subject at SMP 13 Surabaya based on class level, competency indicator and gender. The methode of this research is using mix methode, it is Explanatory Sequential Design and the methode of collecting data is giving them some multiple choice question using Google form and semi-structured interview. This research involved some students from VII, VIII and IX grade and analyzing four indicators of digital literacy competency, they are Internet Seaching, Hypertextual Navigation, Content Evaluation and Knowledge Assembly. The result is, overall, student’s digital literacy ability is on the way to be good, and the highest score is Hypertextual Navigation (64%) and the lowest score is Internet Searching (60%). The students in VII grade have the highest score for K3 indicators, meanwhile the students in IX grade have a decrease position in some aspects. The analyzing based on gender shows that there is no difference in digital literacy ability between male and female students. The result of interviews also support the quantitive finding and show the access to devices, the habits of studying and environmental support become a main factor that influence the students achievement. This research recommends the systematic and equitable integration of digital literacy in science learning.