MINANGKABAU CUSTOMARY-BASED SOCIAL ACTIONS IN THE NOVEL MEMANG JODOH BY MARAH RUSLI: A STUDY THROUGH MAX WEBER’S THEORY
Penelitian ini dilatarbelakangi kehidupan sosial yang terikat oleh adat suatu daerah sehingga adat tersebut memengaruhi tindakan individu dalam berinteraksi sosial. Novel Memang Jodoh karya Marah Rusli mengisahkan kehidupan tokoh Hamli yang dipengaruhi oleh adat Minangkabau pada setiap tindakannya saat berinteraksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan sosial menurut Max Weber yang dihubungkan dengan pengaruh adat Minangkabau terhadap tindakan tokoh Hamli dalam novel Memang Jodoh karya Marah Rusli. Metode yang digunakan yakni kualitatif dengan pendekatan mimetik. Novel Memang Jodoh karya Marah Rusli menjadi sumber penelitian ini dengan data berupa kutipan dialog dan/atau monolog dari tokoh Hamli. Metode studi pustaka digunakan dalam pengumpulan data serta metode hermeneutika untuk menafsirkan makna pada data yang ditemukan. Hasil penelitian berupa keempat tindakan sosial tokoh Hamli yang dimaknai secara subjektif meliputi tindakan rasionalitas instrumental sejumlah 33 data, tindakan rasionalitas nilai sejumlah 46 data, tindakan orientasi afektif sejumlah 15 data, dan tindakan orientasi tradisional sejumlah 4 data. Kemudian, terdapat pengaruh dari adat Minangkabau terhadap tindakan sosial tokoh Hamli meliputi adat nan sabana adat sejumlah 62 data, adat nan diadatkan sejumlah 14 data, adat nan taradat sejumlah 15 data, dan adat istiadat sejumlah 7 data. Dengan demikian, terdapat simpulan penelitian bahwa tindakan sosial paling dominan dilakukan tokoh Hamli yakni tindakan rasionalitas nilai yang terjadi karena pengaruh kuat dari adat Minangkabau berupa adat nan sabana adat.
Kata Kunci: Adat Minangkabau, Marah Rusli, Novel Memang Jodoh, Teori Max Weber
This research is motivated by social life that is bound by the customs of a particular region, where such customs influence individual actions in social interactions. The novel Memang Jodoh by Marah Rusli portrays the life of the character Hamli, whose every action in social interactions is influenced by Minangkabau customs. This study aims to analyze social actions according to Max Weber’s theory, in relation to the influence of Minangkabau customs on Hamli’s actions in the novel Memang Jodoh by Marah Rusli. The method used is qualitative with a mimetic approach. The novel Memang Jodoh by Marah Rusli serves as the primary source of this research, with data drawn from quotes in the form of dialogues and/or monologues of the character Hamli. A literature study method was used for data collection, and a hermeneutic method was employed to interpret the meaning of the data. The research results show four types of social actions by the character Hamli, interpreted subjectively: 33 data for instrumental-rational actions, 46 for value-rational actions, 15 for affective actions, and 4 for traditional actions. Furthermore, the influence of Minangkabau customs on Hamli’s social actions is represented as follows: adat nan sabana adat with 62 data, adat nan diadatkan with 14 data, adat nan taradat with 15 data, and general adat istiadat with 7 data. In conclusion, the most dominant type of social action performed by Hamli is the value-rational action, which occurs due to the strong influence of Minangkabau customs, particularly adat nan sabana adat.
Keywords: Minangkabau Customs, Marah Rusli, Memang Jodoh Novel, Max Weber’s Theory