Digital Library
Perpustakaan Universitas Negeri Surabaya
Home
Login
Hub. Kami
Statistik
Tipe Dokumen
- Pilih -
Disertasi
Karya Akhir S1
Karya Akhir S2
Karya Akhir S3
Skripsi
Tesis
Tugas Akhir D3
Tugas Akhir D4
Fakultas
- Pilih -
Fak. Ilmu Pendidikan
Fak. Bahasa & Seni
Fak. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fak. Ilmu Sosial & Hukum
Fak. Teknik
Fak. Ekonomi
Pasca Sarjana
Fak. Vokasi
Fak. Ekonomi
Fak. Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan
Judul
Penulis
Search
Advanced Search
Jenis Dokumen
Disertasi
Karya Akhir S1
Karya Akhir S2
Karya Akhir S3
Skripsi
Tesis
Tugas Akhir D3
Tugas Akhir D4
Fakultas
Ilmu Pendidikan
Bahasa & Seni
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Sosial & Politik
Hukum
Psikologi
Teknik
Ekonomika dan Bisnis
Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan
Vokasi
Pascasarjana
UPACARA ADAT SESAJI TIRTO HUSODO ING GROJOGAN IRENGGOLO DHUSUN BESUKI KABUPATEN KEDIRI (TINTINGAN FOLKLOR)
Kode Dokumen
:
0034/FBS-JAWA/2020
Penulis Utama
:
DARIL FAISITA RASIDAH
NIM Penulis Utama
:
15020114063
Tahun
:
2020
Judul ID
:
UPACARA ADAT SESAJI TIRTO HUSODO ING GROJOGAN IRENGGOLO DHUSUN BESUKI KABUPATEN KEDIRI (TINTINGAN FOLKLOR)
Judul EN
:
TRADITIONAL CEREMONIES SESAJI TIRTO HUSODO AT IRENGGOLO WATERFALL BESUKI HAMLET IN KEDIRI REGENCY (Literature Approach Focusing on Folklore)
Sumber
:
UNESA - Fakultas Bahasa dan Seni - Jurusan S1 Pendidikan Bahasa Dan Sastra Jawa - 15020114063 - 2020
Jenis Dokumen
:
Skripsi
Abstrak ID
:
Kebudayaan merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh manusia. Dari kegiatan tersebut menumbuhkan suatu kebiasaan. Kebiasaan dapat diwujudkan dalam bentuk kepercayaan terhadap kejadian tertentu seperti upacara adat. Upacara adat Sesaji Tirto Husodo (STH) yang menjadi salah satu contoh dari kebiasaan yang ada dalam masyarakat Jawa ini dilaksanakan setiap setahun sekali yaitu disaat bulan Sura. Tujuan dari upacara adat ini adalah untuk mengucapkan rasa terimakasih serta menghormati yang mbaureksa lan Tuhan Yang Maha Kuasa. Upacara adat STH ini termasuk foklor sebagian lisan yang tumbuh dan berkembang secara turun-temurun. Tempat berkembangnya upacara adat ini ada di Dusun Besuki Desa Jugo Kabupaten Kediri. Berdasarkan latar belakang peneletian, rumusan masalah yang akan dijelaskan yaitu (1) Bagaimana asal mula adanya upacara adat STH,(2) Bagaimana tata urutan acaranya,(3) Apa saja sesaji dan maknannya,(4) Bagaimana aktualisasi fungsi upacara adat dan, (5) Bagaimana pendapat masyarakat Dhusun Besuki terhadap upacara adat STH. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran demografi Desa Jugo terhadap adanya upacara adat STH serta untuk menginventarisasi nilai budaya dan perkembangan ilmu folklor. Manfaat penelitian ini adalah menambah pengetahuan tentang upacara adat STH di Air Terjun Irenggolo serta untuk melestarikan kebudayaan Jawa untuk mewujudkan rasa syukur didalam upacara adat STH. Teori yang digunakan didalam penelitian ini yang pertama adalah teori folklor menurut pendapat ahli Bruvand, yang kedua untuk menganalisis makna simbolik menggunakan teori hermenutik pendapat ahli Palmer. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif deskriptif karena data yang dikumpulkan berupa data lisan, tertulis dan gambar. Hasil penelitian ini, yaitu pertama, tentang asal mula adanya upacara adat STH yang tumbuh karena adanya rasa hormat kepada para leluhur dan untuk menyampaikan rasa terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, yaitu tentang tata urutan upacara adat STH yang diawali dari mengambil air kehidupan, lalu acara slamatan dan yang terakhir kirab buceng kuwat. Ketiga, adalah sesaji yang ada dalam upacara adat STH yaitu nasi tumpeng, uap-urap, ayam ingkung, bubur Sura atau jenang tujuh macam, bubur merah dan putih, nasi punar atau nasi takir, buceng kuwat, sesaji hasil bumi, bunga setaman, dan golong kecil. Semua sesaji memiliki makna dan simbol tersendiri. Keempat, adalah aktualisasi fungsi dari adanya upacara adat STH yaitu ada 6. Fungsi tersebut adalah (a) sebagai sistem proyeksi, (b) sebagai sarana pendidikan, (c) sebagai sarana pengesahan kebudayaan, (d) sebagai sarana hiburan, (e) sebagai sarana sosial, dan (f) sebagai sarana ekonomi. Kelima, adalah tentang pendapat masyarakat terhadap adanya upacara adat STH yait ada yang mengerti asal mula serta tujuannya upacara adat STH dan ada yang tidak mengerti asal mula serta tujuannya upacara adat STH. Kata Penting : upacara adat, Sesaji Tirto Husodo, folklor
Abstrak EN
:
Culture is a habit practiced by humans. From these activities foster a habit. Habits can be realized in the form of trust in certain events such as traditional ceremonies. The Sesaji Tirto Husodo (STH) traditional ceremony, which is an example of the custom in Javanese society, is held once a year, namely during the month of Sura. The purpose of this traditional ceremony is to express gratitude and respect for the mbaureksa lan Almighty God. The traditional ceremony of STH includes a partially oral fochlor that grows and develops from generation to generation. The place for the development of this traditional ceremony is in Dhusun Besuki, Jugo Village, Kediri Regency. Based on the research background, the formulation of the problem will be explained, namely (1) How did the STH traditional ceremonies originate, (2) What is the order of events, (3) What offerings and their meanings, (4) How to actualize the function of traditional ceremonies and, (5) What is the opinion of the Dhusun Besuki community towards the STH traditional ceremony. The purpose of this study is to provide a demographic description of Jugo Village on the existence of STH traditional ceremonies and to inventory the cultural values and development of folklore science. The benefit of this research is to increase knowledge about STH traditional ceremonies at Irenggolo Waterfall as well as to preserve Javanese culture to realize gratitude in STH traditional ceremonies. The first theory used in this research is the folklore theory in the opinion of Bruvand experts, the second to analyze the symbolic meaning using the hermeneutic theory of Palmer's expert opinion. This research is included in descriptive qualitative research because the data collected in the form of oral, written and picture data. The results of this study, namely the first, about the origin of the existence of STH traditional ceremonies that grew out of respect for the ancestors and to express gratitude to God Almighty. Secondly, namely about the order of the STH traditional ceremonies which were started from taking the water of life, then the ceremony of the slam and the last was the kirab buceng kuwat. Third, there are offerings in the traditional ceremonies of STH, namely rice cone, steam-ointment, ingkung chicken, Sura porridge or seven kinds of porridge, red and white porridge, rice with rice or rice takir, buceng kuwat, offerings of agricultural produce, flower setaman, and small group. All offerings have their own meanings and symbols. Fourth, is the actualization of the functions of the STH traditional ceremonies, namely 6. These functions are (a) as a projection system, (b) as an educational tool, (c) as a cultural endorsement, (d) as a means of entertainment, (e) as social facilities, and (f) as economic facilities. Fifth, it is about the community's opinion on the existence of STH traditional ceremonies, some of them understand the origin and purpose of the STH traditional ceremony and there are those who do not understand the origin and purpose of the STH traditional ceremony. Keywords : traditional ceremonies, Sesaji Tirto Husodo, folklore
Tautan Artikel
File Abstrak
File Lampiran