KONSTRUKSI SOSIAL TERHADAP IDENTITAS KULTURAL MASYARAKAT SUKU TENGGER NGADAS DALAM MENANGGAPI FORMALISASI AGAMA
SOCIAL CONSTRUCTION OF THE CULTURAL IDENTITY OF THE NGADAS TENGGER COMMUNITY IN RESPONSE TO THE FORMALISATION OF RELIGION
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat suku Tengger Ngadas menghadapi formalisasi Islam dan dampaknya terhadap identitas kultural mereka sebagai penganut agama Hindu. Dilakukan dengan tujuan memberikan wawasan kepada pemerintah dan lembaga non-pemerintah untuk merancang kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Metode kualitatif dengan pendekatan teori konstruksi sosial Peter L. Berger digunakan untuk mengamati fenomena tersebut di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formalisasi agama Islam memengaruhi praktik keagamaan, nilai budaya, dan identitas kolektif masyarakat Tengger Ngadas, menimbulkan konflik nilai dengan tradisi Hindu yang telah lama dipertahankan. masyarakat Tengger Ngadas terus berupaya mempertahankan identitas budaya mereka dengan cara menyesuaikan dan menafsirkan kembali nilai-nilai budaya dalam konteks agama Islam. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa formalisasi agama telah mengubah identitas sosial masyarakat Suku Tengger sebagai respons terhadap upaya negara untuk mengurangi gerakan nasionalis. Meskipun terjadi konflik, masyarakat Tengger berupaya mengakomodasi formalisasi agama, yang menghasilkan perubahan identitas menjadi Hindu Tengger melalui akulturasi, asimilasi, dan sinkretisme. Proses ini adalah bagian dari eksternalisasi identitas Tengger, yang dimulai dari penguatan identitas hingga transisi menjadi Hindu Tengger, kemudian melahirkan identitas baru melalui obyektivasi. Identitas Hindu Tengger tetap rentan terhadap perubahan, mencerminkan siklus dialektika realitas sosial. Internalisasi memungkinkan lembaga-lembaga sosial menyosialisasikan identitas Hindu Tengger kepada generasi muda.
Kata Kunci : Konstruksi,Identitas,Kultural,Formalisasi Agama
This research aims to understand how the Tengger Ngadas community deals with the formalization of Islam and its impact on their cultural identity as Hindus. It was conducted with the aim of providing insights to the government and non-governmental organizations to design more inclusive and sustainable policies. A qualitative method with Peter L. Berger's social construction theory approach was used to observe the phenomenon in Ngadas Village, Poncokusumo District, Malang Regency. The results showed that the formalization of Islam affected the religious practices, cultural values, and collective identity of the Ngadas Tengger community, creating value conflicts with long-held Hindu traditions. Nevertheless, the Ngadas Tengger community continues to strive to maintain their cultural identity by adjusting and reinterpreting cultural values in the context of Islam. The conclusion of this study shows that religious formalization has changed the social identity of the Tengger people as a response to the state's efforts to reduce the nationalist movement. Despite the conflict, the Tengger community seeks to accommodate religious formalization, which results in a change of identity to Tengger Hinduism through acculturation, assimilation, and syncretism. This process is part of the externalization of Tengger identity, which starts from strengthening identity to transitioning into Tengger Hinduism, then giving birth to a new identity through objectivation. Tengger Hindu identity remains vulnerable to change, reflecting the dialectical cycle of social reality. Internalization allows social institutions to socialize Tengger Hindu identity to the younger generation.
Keywords: Construction, Cult Identity, Religious Formalization