Kualitas Pelayanan Pembuatan Kartu Kuning di Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya
Pemerintah hakekatnya adalah melaksanakan pelayanan publik, bukan untuk melayani dirinya sendiri tetapi untuk melayani masyarakat serta mengembangkan kemampuan dan kreatifitasnya demi untuk mencapai suatu tujuan bersama. Pelayanan publik merupakan pemberian layanan keperluan masyarakat dengan pokok dan tata cara yang sudah ditetapkan. Akan tetapi pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik terdapat banyak kekurangan,, masih belum sesuai seperti apa yang diharapkan masyarakat, terutama pada pelayanan yang ada di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya. Permasalah yang ada di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya yaitu sarana dan prasarana yang belum memadai, kurangnya sosialisasi oleh pihak Dinas Tenaga Kerja, dan terdapat pegawai yang tidak disiplin. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan publik, kendala yang ada, dan upaya untuk mengatasi penurunan kualitas pelayanan di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Terdapat dua sumber data informasi yaitu sumber data primer yaitu hasil wawancara dengan ibu Rista yang menjabat sebagai sekretaris pada bidang Pembinaan, Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja, sumber data sekunder yaitu dokumen berupa catatan dan foto dari hasil observasi yang telah dilakukan. Teknik analisis data penelitian ini adalah menggunakan model interaktif yang berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menurut teori Zeithaml dan Berry yang menjelaskan bahwa pelayanan yang berkualitas dapat dinilai dari 5 dimensi yaitu dimensi tangible, realibility, responsiveness, assurance, dan emphaty beserta kriteria-kriteria yang dimiliki. Pada dimensi bukti langsung (tangible) merupakan bukti pelayanan yang diberikan pegawai terhadap masyarakat, di dimensi ini ditemukan beberapa masalah yaitu kurang sosialisasi yang dilakukan oleh pegawai terhadap pencari kerja bahwa pembuatan kartu kuning (AK-1) sudah berpindah di UPTSA Siola, serta terdapat pegawai yang tidak disiplin, dan terdapat pegawai yang tidak disiplin untuk datang tepat waktu setelah istirahat sehingga menyebabkan masyarakat menunggu, dan kurangnya sarana prasarana seperti komputer yang menjadi kendala dalam pelayanan . Dimensi keandalan (reability) yang dilakukan pegawai Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya sudah cukup baik. Dimensi daya tanggap (responsiveness) yang dilakukan pegawai Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya sudah cukup baik, jaminan (assurance) berhubungan dengan kepercayaan masyarakat kepada pegawai Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya tidak terdapat masalah. Dimensi empati (emphaty) berbuhungan dengan bentuk perhatian sudah cukup baik. Dengan demikian, kualitas pelayanan publik di Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya masih belum optimal dan membutuhkan peningkatan.
The essence of government is to carry out public services, not to serve itself but for others serve the community and develop their abilities and creativity in order to achieve a common goal. Public service is the provision of services for the needs of the community with the principles and procedures that are already in place set. However, the government in the implementation of public services has many shortcomings, still not according to what the community expects, especially in the services available at the City Manpower Service Office Surabaya. The problem in the Surabaya City Manpower Office is that the facilities and infrastructure are not yet available adequate, lack of socialization by the Department of Manpower, and there are employees who are not disciplined. This article aims to determine the quality of public services, existing constraints, and efforts to overcome the decline in quality services at the Surabaya City Manpower Office. The research method used in this article is descriptive research with a qualitative approach. Data collection techniques were carried out by means of interviews,observation, and documentation. There are two sources of information data, namely primary data sources, namely the results of interviews with Mrs. Rista who serves as secretary in the field of Manpower Development, Placement and Development,secondary data sources, namely documents in the form of notes and photos from the results of observations that have been made. Analysis technique this research data is to use an interactive model in the form of data collection, data reduction, data presentation,conclusion. The results of the research according to the theory of Zeithaml and Berry which explain that services are quality can be assessed from 5 dimensions, namely the dimensions of tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy along with the criteria they have. On the dimension of direct evidence (tangible) is evidence of the services provided employees towards the community, in this dimension several problems were found, namely the lack of socialization carried out by employees to job seekers that the issuance of a yellow card (AK-1) has moved to UPTSA Siola, and there is undisciplined employees, and there are employees who are not disciplined to come on time after the break so causing people to wait, and the lack of infrastructure such as computers which is an obstacle in service . The reliability dimension carried out by the Surabaya City Manpower Office employees is quite good. The dimensions of responsiveness carried out by employees of the Surabaya City Manpower Office are quite good,assurance (assurance) relates to public trust in employees of the Surabaya City Manpower Office no problem. The dimension of empathy (empathy) related to the form of attention is good enough. With Thus, the quality of public services at the Surabaya City Manpower Office is still not optimal and in need enhancement.