PERKEMBANGAN INDUSTRI SARUNG TENUN DESA GAPUROSUKOLILO KECAMATAN GRESIK 2000-2020
THE DEVELOPMENT OF THE WOVEN SARONG INDUSTRY IN GAPUROSUKOLILO VILLAGE, GRESIK DISTRICT, FROM 2000 TO 2020
ABSTRAK
Nama : Muhammad Mubin Rahmat
NIM : 18040284037
Program Studi : S1 Pendidikan Sejarah
Jurusan : Pendidikan Sejarah
Fakultas : Ilmu Sosial dan Hukum
Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya
Pembimbing : Rojil Nugroho Bayu Aji, S.Hum,. M.A.
Sarung tenun, sebuah kain tradisional yang dihasilkan melalui teknik tenun yang rumit, telah menjadi sebuah busana sehari-hari dan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Bagaimana latar belakang berdirinya industri sarung tenun di Desa GapuroSukolilo, Kecamatan Gresik? (2) Bagaimana perkembangan industri sarung tenun di Desa Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik pada tahun 2000-2020? (3) Bagaimana dampak keberadaan industri Sarung Tenun di Desa Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik terhadap kehidupan masyarakat terutama menyangkut segi sosial, ekonomi, dan lingkungan?
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan, antara lain Heuristik, verifikasi, Interpretasi, dan Historiografi. Dalam melakukan penelitian, penulis mengumpulkan sumber primer berupa wawancara dengan pengusaha sarung tenun, penenun, dan kepala Desa Gapurosukolilo sedangkan sumber sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan majalah yang membahas tentang tenun dan Gresik, kemudian melakukan kritik pada sumber yang diperoleh dengan melakukan kritik intern dan ektern, selanjutnya melakukan penyaringan informasi sumber yang diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Terakhir, melakukan penulisan tentang perkembangan industri sarung tenun Desa Gapurosukolilo Kecamatan Gresik 2000-2020.
Melalui pendekatan sejarah, data primer dan sekunder dikumpulkan dan dianalisis untuk menggambarkan perkembangan industri sarung tenun di Desa Gapurosukolilo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan industri sarung tenun di Desa Gapurosukolilo sudah berdiri dari tahun sekitar 1940 hingga diwariskan kepada generasi ketiga yang lalu nama industri diubah pada tahun 2000. Selain itu perkembangan industri sarung tenun ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti modal, bahan baku, peralatan, tenaga kerja, dan lain-lain. Faktor eksternal, seperti lingkugan sekitar industri sarung tenun sangat membantu perkembangan industri sarung tenun.
Dampak positif yang ditemukan meliputi peningkatan pendapatan bagi penenun, peningkatan pendidikan warga sekitar, dan pelestarian warisan budaya. Namun, ada pula dampak negatif, seperti Cat pewarnaan yang digunakan dalam pembuatan sarung tenun seringkali dibuang ke selokan terlebih ketika terjadi banjir. Ini dapat menyebabkan pencemaran air dan berdampak negatif pada kualitas air dan lingkungan sekitarnya.
Penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang perkembangan industri sarung tenun di Desa Gapurosukolilo, serta implikasi sosial dan ekonomi yang terkait dengannya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi pengambil keputusan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung dan mempromosikan industri sarung tenundi wilayah ini.
Kata Kunci : Perkembangan, Industri, Sarung Tenun
ABSTRACT
Name : Muhammad Mubin Rahmat
Study Program : S1 Historical Education
Majors : Historical Education
Faculty : Faculty of Social Scienes and Law
Institution Name : Surabaya State University
Advisor : Rojil Nugroho Bayu Aji., S.Hum,. M.A.
Woven sarongs, a traditional fabric produced through intricate weaving techniques, have become both everyday attire and religious wear. This research aims to analyze (1) the background of the establishment of the woven sarong industry in Gapurosukolilo Village, Gresik District; (2) the development of the woven sarong industry in Gapurosukolilo Village, Gresik District, from 2000 to 2020; (3) the impact of the existence of the Woven Sarong industry in Gapurosukolilo Village, Gresik District, on the lives of the community, especially in terms of social, economic, and environmental aspects.
This research employs a historical research method consisting of four stages, namely Heuristics, Verification, Interpretation, and Historiography. In conducting the research, the author gathered primary sources through interviews with woven sarong entrepreneurs, weavers, and the head of Gapurosukolilo Village. Secondary sources were obtained from books, journals, and magazines discussing weaving and Gresik. The acquired sources were critically assessed through internal and external critique, followed by information filtering from primary and secondary sources. Lastly, the author compiled a report on the development of the woven sarong industry in Gapurosukolilo Village, Gresik District, from 2000 to 2020.
Using a historical approach, primary and secondary data were collected and analyzed to depict the development of the woven sarong industry in Gapurosukolilo Village. The research findings indicate that the woven sarong industry in Gapurosukolilo Village has been established since around 1940 and was passed down to the third generation, which changed the industry's name in 2000. Additionally, the development of the woven sarong industry is influenced by internal factors such as capital, raw materials, equipment, labor, and more. External factors, such as the surrounding environment of the woven sarong industry, significantly contributed to its development.
Positive impacts include increased income for weavers, improved education for the local residents, and the preservation of cultural heritage. However, there are also negative impacts, such as the dye used in woven sarong production often being disposed of in drains, especially during floods. This can lead to water pollution and have negative effects on water quality and the surrounding environment.
This research provides in-depth insights into the development of the woven sarong industry in Gapurosukolilo Village and its associated social and economic implications. The research results are expected to serve as a guide for decision-makers, the government, and other stakeholders in supporting and promoting similar traditional industries in this region.
Keywords : Development, Industry, Woven Sarong