KONTEKSTUALISASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR DALAM KONTEKS TRAVEL PLAN KE BROMO
Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan pengalaman peneliti dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran matematika berbasis kontekstual di Sekolah Dasar melalui konteks travel plan ke Gunung Bromo. Pendekatan yang digunakan adalah autoetnografi dengan metode kualitatif deskriptif. Peneliti bertindak sebagai partisipan sekaligus instrumen utama yang merekam dan menganalisis proses pembelajaran secara kritis. Pengembangan LKPP pembelajaran mengacu pada modifikasi model 4-D (Define, Design, Develop) dan diintegrasikan dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Implementasi pembelajaran ditujukan pada materi matematika di kelas V SDN Kalirungkut I/264 Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa auto|etnografi narrative inquiry, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data menurut Miler dan Huberman (1994) adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Refleksi kritis peneliti menunjukkan bahwa pengalaman personal yang dikontekstualisasikan ke dalam pembelajaran mampu membangun makna yang lebih mendalam serta menguatkan hubungan antara pengalaman hidup dengan konsep matematika. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran yang bermakna dapat tercapai melalui eksplorasi konteks nyata yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan capaian belajar melalui penggunaan konteks travel plan mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman konseptual, dan antusiasme peserta didik dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam materi pengukuran waktu, konversi satuan, dan estimasi biaya.
Kata kunci: Autoetnografi, Pembelajaran Kontekstual, Matematika SD, Travel plan
This study aims to reflect on the researcher's experience in designing and implementing contextual-based mathematics learning in elementary schools through the context of a travel plan to Mount Bromo. The approach used is autoethnography with descriptive qualitative methods. The researcher acts as both a participant and the main instrument who records and critically analyzes the learning process The development of LKPP learning refers to the modification of the 4-D model (Define, Design, Develop) and is integrated with the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach.. The implementation of the learning is aimed at mathematics material in grade V of SDN Kalirungkut I/264 Surabaya. The data collection techniques used in this study were auto|ethnographic narrative inquiry, observation, interviews, and documentation. The data analysis used in this study was data analysis according to Miller and Huberman (1994), namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The researcher's critical reflection shows that personal experiences contextualized into learning can build deeper meaning and strengthen the relationship between life experiences and mathematical concepts. This study also demonstrates that meaningful learning can be achieved through exploring real-world contexts relevant to students' lives. The results indicate that learning outcomes through the use of travel plan contexts can increase student engagement, conceptual understanding, and enthusiasm in mathematics learning, particularly in topics such as time measurement, unit conversion, and cost estimation.
Keywords: Autoethnography, Contextual Learning, Elementary School Mathematics, Travel plan