Analisis Yuridis Pengelolaan Perlintasan Sebidang Kereta Api di Kabupaten Magetan
Juridical Analysis of Railway Crossing Management in Magetan Regency
Pengelolaan perlintasan sebidang kereta api merupakan isu penting dalam menjamin keselamatan lalu lintas di Kabupaten Magetan. Artikel ini menganalisis konflik norma antara UU No. 23 Tahun 2007 dan Peraturan Menteri Perhubungan No. 94 Tahun 2018 mengenai kewenangan pengelolaan perlintasan sebidang. Menurut UU No. 23 Tahun 2007, tanggung jawab berada di tangan pemegang izin, sementara Permenhub No. 94 Tahun 2018 membagi tanggung jawab berdasarkan status jalan. Ketidakjelasan ini berpotensi menimbulkan pergeseran tanggung jawab dalam pelaksanaannya di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode analisis hukum untuk mengkaji konflik norma dan solusi yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan daerah yang tegas, peningkatan infrastruktur keselamatan seperti gerbang dan sinyal otomatis, dan kerja sama multi-pemangku kepentingan diperlukan untuk mengatasi tantangan pengelolaan perlintasan sebidang. Dengan demikian, artikel ini memberikan rekomendasi untuk menciptakan manajemen penyeberangan yang lebih efektif dan efisien, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di Kabupaten Magetan.
Kata Kunci: Manajemen, Perlintasan Sebidang, Kereta Api, Kabupaten Magetan
The management of railway level crossings is an important issue in ensuring traffic safety in the Magetan Regency. This article analyzes the conflict of norms between Law No. 23 of 2007 and Minister of Transportation Regulation No. 94 of 2018 regarding the authority to manage crossings. According to Law No. 23/2007, the responsibility lies with the permit holder, while Minister of Transportation Regulation No. 94/2018 divides the responsibility based on road status. This lack of clarity has the potential to cause responsibility shifting in the implementation in the field. This study uses a normative approach with a legal analysis method to examine norm conflicts and the necessary solutions. The results show that strict local regulations, improved safety infrastructure such as automatic gates and signals, and multi-stakeholder cooperation are needed to overcome the challenges of crossing management. Thus, this article provides recommendations to create more effective and efficient crossing management, while minimizing the risk of accidents in Magetan Regency.
Keywords: Management, Level Crossing, Train, Magetan Regency