The Influence of Social Media Exposure to Beauty Standards on Body Dissatisfaction in Adolescent Girls
Body dissatisfaction pada remaja perempuan semakin menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena kuatnya pengaruh media digital dalam membentuk standar kecantikan yang tidak selalu realistis. Perkembangan media sosial yang cepat membuat remaja semakin terekspos pada representasi tubuh ideal yang mempengaruhi cara menilai penampilan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan media sosial mengenai standar kecantikan terhadap body dissatisfaction pada remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 204 remaja perempuan yang aktif menggunakan media sosial, dengan rata-rata usia berada pada rentang remaja akhir sekitar 21 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi skala paparan media sosial dan skala body dissatisfaction. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan media sosial berpengaruh signifikan terhadap body dissatisfaction, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 dan koefisien regresi positif. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi paparan terhadap konten kecantikan, semakin besar kecenderungan remaja merasa tidak puas dengan tubuhnya. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial memiliki peran dalam membentuk persepsi tubuh pada remaja perempuan. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi peningkatan literasi media untuk membantu remaja mengenali bahwa standar kecantikan digital sering kali tidak realistis dan dapat mempengaruhi evaluasi diri. Selain itu, hasil ini mengisyaratkan perlunya keterlibatan keluarga dan sekolah dalam memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial yang sehat agar remaja tidak mudah terjebak dalam perbandingan sosial yang merugikan.
Body dissatisfaction among adolescent girls has become a growing concern in recent years, particularly due to the strong influence of digital media in shaping unrealistic beauty standards. The rapid development of social media has increased exposure to idealized body imagery, which influences how they evaluate their appearance. This study aims to determine the effect of social media exposure regarding beauty standards on body dissatisfaction among adolescent girls. This study used a quantitative method with a survey approach involving 204 adolescent girls who actively use social media, with an average age of around 21 years old. The instruments used included a social media exposure scale and a body dissatisfaction scale. Data analysis was performed using simple linear regression. The results showed that social media exposure significantly influenced body dissatisfaction, as indicated by a significance value of 0.000 and a positive regression coefficient. This finding suggests that the higher the exposure to beauty content, the greater the tendency for adolescents to feel dissatisfied with their bodies. This study confirms that social media plays a role in shaping body perceptions among adolescent girls. These findings have important implications for improving media literacy to help adolescents recognize that digital beauty standards are often unrealistic and can influence self-evaluation. In addition, these results indicate the need for family and school involvement in providing education about healthy social media use so that teenagers do not easily fall into harmful social comparisons.