Saat ini, sektor industri di Indonesia berkembang pesat,
termasuk di daerah pedesaan. Salah satu contohnya adalah industri makanan dan
minuman yang beroperasi di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, yaitu pabrik pengolahan
terasi. Keberadaan pabrik ini di Desa Gilang dipandang membawa dampak positif,
terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, industri ini
juga berperan dalam menciptakan peluang kerja bagi penduduk setempat. Namun
kehadiran pabrik pengolahan terasi juga menimbulkan ketidaknyamanan antara
pabrik dengan masyarakat karena pernah terjadi konflik.Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis dampak keberadaan pabrik pengolahan terasi terhadap kondisi
sosial ekonomi masyarakat Desa Gilang.
Pendekatan yang digunakan
adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian
berada di Desa Gilang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, dengan subjek
penelitian meliputi masyarakat sekitar dan karyawan pabrik. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang
diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Keberadaan pabrik pengolahan terasi di masyarakat membawa dampak sosial
berupa terjalinnya rasa kekeluargaan dan semangat gotong royong yang kuat,
tercermin melalui partisipasi warga dalam kegiatan sosial seperti acara
keagamaan, kerja bakti di mushollah, dan pemberdayaan karang taruna. Secara
ekonomi, pabrik berkontribusi meningkatkan perekonomian warga dengan
memprioritaskan mereka sebagai tenaga kerja serta membuka peluang usaha di
sekitar area pabrik, sehingga masyarakat memperoleh akses lapangan kerja yang
lebih baik dan pendapatan mereka meningkat.
Kata kunci: Pabrik Pengolahan terasi, dampak
sosial, dampak ekonomi masyarakat.