ANALISIS MIMIKRI TERBALIK HUGH GLASS TERHADAP BUDAYA PRIBUMI AMERIKA PADA FILM THE REVENANT (2015)
ANALYSING HUGH GLASS’S REVERSE MIMICRY OF NATIVE AMERICAN CULTURE IN FILM THE REVENANT (2015)
Mimicry secara umum merujuk pada praktik pihak terjajah yang meniru budaya pihak penjajah. Dalam The Revenant (2015), konsep mimicry mengalami pembalikan, di mana pihak penjajah justru meniru pihak terjajah. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa imitasi terbalik berfungsi sebagai strategi halus bagi penjajah untuk mempertahankan dominasinya. Namun, film yang dianalisis dalam penelitian ini memperlihatkan temuan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode analisis tekstual film untuk mengkaji komposisi visual, representasi karakter, dan citra simbolik dengan menggunakan konsep mimicry dan ambivalensi dari Homi K. Bhabha. Hasil analisis menunjukkan bahwa peniruan yang dilakukan oleh Glass terhadap praktik bertahan hidup masyarakat Pribumi Amerika, termasuk konsumsi daging mentah dan penggunaan pengobatan alami, merepresentasikan proses negosiasi antara identitas kolonialnya dan ketergantungannya pada budaya pihak terjajah. Penelitian ini menegaskan bahwa mimicry terbalik memperumit hierarki kolonial serta proses pembentukan identitas dalam kajian film pascakolonial.
Mimicry generally entails the colonized emulating the culture of the colonizer. In The Revenant (2015), the notion of mimicry is inverted, with the colonizer emulating the colonized. While prior research indicated that reverse imitation serves as a subtle method for colonizers to exert their dominance, the analyzed film demonstrated the contrary. This study employs a textual film analysis to scrutinize the film's visual composition, character representation, and symbolic imagery through Homi K. Bhabha's concepts of mimicry and ambivalence. It concludes that Glass's imitation of Native American survival practices, including the consumption of raw flesh and the use of natural remedies, symbolizes his negotiation between colonial identity and reliance on the culture of the colonized. This study underscores how reverse mimicry complicates colonial hierarchies and identity formation within postcolonial film studies.