Minyak kelapa sawit merupakan komoditas utama di
Indonesia dengan konsumsi yang terus meningkat seperti untuk industri makanan,
biofuel, serta kosmetik, sehingga menghasilkan limbah cair yang meningkat.
Limbah cair produksi minyak kelapa sawit memiliki kandungan BOD yang tinggi dan
pH asam yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh pH buffer pada scrubber terhadap
karakteristik biogas gas metana (CH4 ), karbon dioksida (CO2 ),
hidrogen sulfida (H2 S), oksigen (O2 ) di PT Kodeco
Agrojaya Mandiri yang digunakan untuk bahan bakar mesin gas.
Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian
eksperimen. Bahan yang digunakan limbah cair pabrik kelapa sawit kemudian
dilakukan pengujian kadar biogas yang di produksi dengan pengambilan gas pada check
valve setelah scrubber. Penelitian ini memvariasi kadar pH buffer
(7,4, 7,5, 7,6) pada scrubber terhadap kadar gas metana (CH4 ),
karbon dioksida (CO2 ), hidrogen sulfida (H2 S), dan
oksigen (O2 ) dengan durasi setiap pengujian 120 detik. Instrumen
pada penelitian ini adalah alat biogas 5000 sebagai pengukuran kandungan biogas
dengan pengujian karakteristik biogas menggunakan standar pengujian ISO
25139:2011. Standar mutu biogas mengacu pada standar mesin gas Jenbacher JGS320
dan Standar Nasional Indonesia (SNI)
8019:2014. Penelitian ini dilaksanakan di PT Kodeco Agrojaya Mandiri,
Kalimantan Selatan. Analisis data menggunakan jenis analisa deskriptif
kuantitatif.
Hasil penelitian yang telah dilakukan
pengaruh variasi pH buffer pada scrubber biogas disimpulkan kadar
pH 7,6 lebih optimal untuk kebutuhan bahan bakar mesin gas Dimana kadar CH4
yang tertinggi pada persentase 64,2%, kadar CO2 yang masih dibawah
batas maksimal dengan persentase 39,0%, kandungan H2 S dengan kadar
10,9 ppm kondisi tersebut nilai kalor yang lebih baik untuk pembakaran mesin gas
dan mengurangi kerusakan pada mesin.
Kata Kunci :
POME, biogas, energi terbarukan, anaerob.