KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KONTEKSTUAL MATERI STATISTIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT
CONTEXTUAL PROBLEM SOLVING ABILITY IN STATISTICAL MATERIAL VIEWED FROM ADVERSITY QUOTIENT
Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan seseorang untuk melakukan proses pemecahan masalah. Ini dia salah satu keterampilan yang harus dikuasai siswa setelah belajar matematika. Siswa yang berbeda memiliki solusi yang berbeda ketika memecahkan masalah dalam kontekstual statistika. Hal ini dikarenakan setiap siswa memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda untuk memecahkan masalah. Kecerdasan ini disebut Adversity Quotient (AQ). Ada tiga level AQ untuknya: Climber, Camper, dan Climber. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan AQ dalam memecahkan masalah kontekstual materi statistika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dilakukan di kelas VIII yang terdiri dari 3 orang siswa dengan tingkat AQ yang berbeda. Peralatan penelitian yang digunakan terdiri dari ARP, TPMS, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tingkat pemahaman masalah, subjek climbers dan campers dapat menceritakan kembali dengan bahasanya sendiri berbeda dengan subjek quitters yang mengubah bahasa soal dengan arti yang berbeda. Pada tahap menyusun rencana, subjek climbers memahami keterkaitan masalah dengan konsep statistik dan kehidupan sehari-hari serta menyusun rencana dengan cukup runtut dan jelas sedangkan subjek campers dan quitters memahami keterkaitan masalah dengan konsep statistik dan kehidupan sehari-hari serta menyusun rencana dengan cukup baik. Pada tahap melaksanakan rencana, subjek climbers dan campers dapat menemukan jawaban yang benar sedangkan subjek quitters menemukan jawaban yang belum benar. Pada tahap melihat kembali, subjek climbers melakukan pengecekan kembali sehingga dapat memberikan kesimpulan yang tepat sedangkan subjek campers dan quitters tidak melakukan pengecekan kembali namun dapat memberikan kesimpulan yang cukup tepat. Oleh karena itu, penting bagi siswa dan guru untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah kontekstual materi statistika agar dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan memahami informasi dalam menggambil kesimpulan yang logis dengan menggunakan ide-ide statistik bersumber dari informasi statistika yang berkaitan dengan masalah sehari-hari.
Problem solving ability is the ability of a person to carry out the problem solving process. This is he one of the skills a student must master after learning mathematics. Different students have different solutions when solving problems in statistical context. This is because each student has a different level of intelligence to solve problems. This intelligence is called Adversity Quotient (AQ). There are three AQ levels for him: Climber, Camper and Climber. The purpose of this study is to illustrate the ability of AQ to solve contextual problems of statistical material. This study was a descriptive study with a qualitative approach and was conducted in her 8th grade consisting of 3 of her students with different AQ levels. The research equipment used consisted of ARP, TPMS, and an interview guide. The results of this study suggested that, at the level of problem understanding, subjects who abandoned the problem were able to retell in their own language, which was different from that of the subjects who abandoned the problem, giving the language of the question a different meaning. During the planning stage, professional mountaineers understand the relationship between problems and statistical concepts and daily life and develop a very coherent and clear plan, whereas professional mountaineers and promoters develop a plan with a good understanding of the relationship between statistical concepts and daily life. During the execution phase of planning, professional movers and campers can find the right answers, but professional movers can also find the wrong answers. In the hindsight stage, the climber double-checks to reach the correct conclusion, but the climber and the climber can make fairly accurate conclusions without double-checking. Therefore, it is important for students and teachers to know problem-solving skills in the context of statistical material in order to improve comprehension and information comprehension in making logical conclusions using statistical ideas derived from statistical information about everyday problems.