Strategi Guru dalam Menanamkan Karakter Sopan Santun Peserta Didik di SMPN 22 Surakarta
Teachers' Strategies in Instilling Polite Character in Students at SMPN 22 Surakarta
Karakter sopan santun merupakan salah satu nilai moral yang harus ditanamkan dalam dunia pendidikan, khususnya di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan oleh guru dalam menanamkan karakter sopan santun pada peserta didik di SMP Negeri 22 Surakarta dan mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru Pendidikan Pancasila, guru Bimbingan Konseling, dan Waka Kesiswaan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan guru dalam menanamkan karakter sopan santun meliputi pemberian contoh keteladanan, pembiasaan, pendekatan persuasif, serta pemberian teguran dan sanksi secara edukatif. Faktor pendukung dalam penanaman karakter sopan santun meliputi dukungan sekolah, keterlibatan orang tua, serta lingkungan belajar yang kondusif. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat seperti pengaruh lingkungan luar sekolah, kurangnya perhatian dari keluarga, dan perkembangan teknologi yang dapat berdampak negatif pada karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan teori behavioristik dari B.F. Skinner yang menekankan bahwa perilaku individu dapat dibentuk melalui stimulus dan respon, serta diperkuat dengan adanya reinforcement (penguatan). Dalam konteks pendidikan karakter, strategi-strategi seperti keteladanan dan pembiasaan berperan sebagai bentuk penguatan positif yang jika dilakukan secara konsisten dapat membentuk karakter sopan santun peserta didik secara berkelanjutan. Dengan adanya strategi yang efektif dan konsisten dari pihak sekolah, diharapkan karakter sopan santun peserta didik dapat terus berkembang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan dalam upaya meningkatkan pendidikan karakter di sekolah.
Kata kunci: strategi guru, pendidikan karakter, sopan santun.
The character of politeness is one of the moral values that must be instilled in the world of education, especially in schools. This study aims to analyze the strategies used by teachers in instilling politeness in students at SMP Negeri 22 Surakarta and identify supporting and inhibiting factors in the process. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were obtained through observation, interviews with Pancasila Education teachers, Guidance and Counseling teachers, and the Deputy Head of Student Affairs, as well as documentation. The results of the study indicate that the strategies implemented by teachers in instilling politeness include providing exemplary examples, habituation, persuasive approaches, and giving educational warnings and sanctions. Supporting factors in instilling politeness include school support, parental involvement, and a conducive learning environment. However, there are several inhibiting factors, such as the influence of the environment outside the school, lack of attention from the family, and technological developments that can have a negative impact on the character of students. This study uses the behavioristic theory of B.F. Skinner emphasizes that individual behaviour can be formed through stimulus and response and strengthened by reinforcement. In the context of character education, strategies such as role models and habits act as a form of positive reinforcement, which, if carried out consistently, can shape the character of politeness in students in a sustainable manner. With effective and consistent strategies from the school, it is hoped that the character of politeness in students can continue to develop and be applied in everyday life. This research is expected to contribute to the world of education in efforts to improve character education in schools.
Keywords: teacher strategies, character education, politeness.