Status gizi Balita dipengaruhi oleh berbagai faktor,
termasuk ketersediaan bahan makanan, pola asuh keluarga,
riwayat pemberian ASI, serta kecukupan energi dan zat gizi
makro. Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi,
merupakan daerah dengan jumlah Balita obesitas yang cukup
tinggi di kecamatan ini sehingga memerlukan kajian terkait faktor-
faktor yang berperan dalam status gizi mereka. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian
ASI eksklusif, kecukupan energi, dan kecukupan zat gizi makro
terhadap status gizi Balita usia 24–59 bulan di Desa Baderan.
Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik
dengan pendekatan cross-sectional. Sampel adalah balita usia 24–59
bulan yang memenuhi kriteria inklusi, dengan pengambilan data
melalui wawancara menggunakan kuesioner riwayat pemberian
ASI dan multiple 24 hour recall. Status gizi balita ditentukan
berdasarkan indikator indeks massa tubuh menurut umur
(IMT/U). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Fisher–
Freeman–Halton test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar
balita tidak mendapatkan ASI eksklusif (64,3%) dan terdapat
hubungan signifikan antara riwayat ASI eksklusif dengan status
gizi (p = 0,024). Kecukupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak sebagian besar berada dalam kategori berlebih, dan
seluruhnya memiliki hubungan signifikan dengan status gizi
balita (p = 0,000; p = 0,009; p = 0,027; p = 0,000). Balita dengan
kecukupan energi dan zat gizi makro berlebih cenderung memiliki
status gizi lebih.
Kata kunci: ASI eksklusif, balita, kecukupan energi, kecukupan
zat gizi makro, status gizi.