Penentuan parameter mekanisme sumber gempa yang akurat
sangat penting dalam kajian seismotektonik dan mitigasi bencana. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi keakuratan hasil inversi Centroid Moment Tensor
(CMT) yang dihasilkan oleh perangkat lunak Joko Tingkir menggunakan pendekatan
sudut Kagan dan analisis statistik inferensial, serta untuk mengkaji
karakteristik sesar di wilayah Kepulauan Maluku. Penelitian dibatasi pada 25
kejadian gempa dengan magnitudo moment (Mw
> 5) yang terjadi selama periode 2021 hingga 2024. Hasil perhitungan sudut
Kagan menunjukkan bahwa seluruh data memiliki nilai dalam rentang 5° hingga 37°,
berada jauh di bawah batas kritis 60°, yang mengindikasikan tingkat kesesuaian
tinggi antara Joko Tingkir dan referensi GCMT. Uji statistik parametrik
menghasilkan nilai t untuk masing-masing parameter: strike (-0,431), dip
(-0,164), rake (-0,991), latitude (-1,003), longitude
(-0,205), dan depth (1,109), semuanya masih dalam rentang toleransi
(±2,06). Nilai Z-score untuk parameter Mw juga berada dalam batas wajar yaitu
-1,883, tidak melampaui nilai kritis ±1,96. Dengan demikian, tidak ditemukan
perbedaan signifikan secara statistik maupun visual antara kedua dataset.
Selain itu, hasil inversi mengungkapkan bahwa wilayah Kepulauan Maluku
didominasi oleh tiga tipe mekanisme patahan, yaitu strike-slip, thrust, dan
oblique reverse, yang masing-masing berasosiasi dengan struktur aktif seperti
Sesar Kawa, Banda Detachment , Snellius Ridge , dan Morotai Trough .
Temuan ini mencerminkan dinamika tektonik yang kompleks akibat interaksi antara
lempeng utama dan mikrolempeng di kawasan tersebut.
Kata kunci : Centroid Momen Tensor, Kepulauan
Maluku, Statistika Inferensial, Sudut Kagan