PENGEMBANGAN ASESMEN DIAGNOSTIK PADA MATERI MENJAHIT BLAZER SMK NEGERI 2 TUBAN
DEVELOPMENT OF DIAGNOSTIC ASSESSMENT ON BLAZER SEWING MATERIAL AT SMK NEGERI 2 TUBAN
Penelitian ini mengembangkan asesmen diagnostik pada materi menjahit blazer dengan tujuan untuk mengetahui kondisi kognitif dan non-kognitif siswa. Hasil dari asesmen digunakan untuk dasar menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini yaitu belum tersedianya perangkat asesmen diagnostik yang baku untuk mengetahui kemampuan awal siswa, baik secara kognitif maupun non-kognitif sebelum pembelajaran dimulai. Kondisi tersebut menyebabkan guru mengalami kesulitan dalam mengetahui kondisi awal siswa yang mengakibatkan pembelajaran dirancang kurang sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini menggunakan metode Pengembangan (Research and Development / R&D) dengan model ADDIE yang dilakukan di SMK Negeri 2 Tuban dengan subjek 24 siswa Kelas 12 DPB 2. Hasil penelitian pengembangan asesmen diagnostik pada materi menjahit blazer SMK Negeri 2 Tuban menunjukkan hasil sebagai berikut: 1) Hasil validasi ahli evaluasi memperoleh rata-rata skor 89% dengan kategori interpretasi “Sangat Layak”, pada hasil validasi ahli bahasa memperoleh rata-rata skor 93% dengan kategori interpretasi “Sangat Layak” sehingga hasil rata-rata keduanya adalah 91% dengan kategori interpretasi “Sangat Layak”. 2) hasil asesmen diagnostik kognitif kemampuan siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi, yang ditunjukkan oleh rata-rata capaian kognitif kelas sebesar 76%, hasil asesmen diagnostik non-kognitif minat belajar positif dengan tingkat ketertarikan terhadap materi menjahit blazer sebesar 70%. Siswa menunjukkan kecenderungan menyukai gaya belajar kolaboratif, di mana sekitar 67% siswa memilih pembelajaran berkelompok dan 71% memilih pemecahan masalah secara kelompok dengan tetap disertai pengerjaan tugas mandiri. Preferensi terhadap penggunaan media visual–audiovisual juga tergolong tinggi, dengan sekitar 54% siswa memilih video tutorial dan 46% memilih media presentasi. Namun demikian, pada aspek kesiapan belajar masih ditemukan kendala dalam pengelolaan waktu, pemahaman tahapan menjahit, serta keterbatasan sarana praktik, yang tercermin dari capaian aspek persiapan dan permasalahan pembelajaran yang berada pada kategori cukup hingga baik 54%. Oleh karena itu, diperlukan perancangan pembelajaran yang lebih terstruktur, pemanfaatan media yang sesuai dengan karakteristik siswa, serta pendampingan yang tepat agar pembelajaran menjahit blazer dapat berlangsung secara efektif dan optimal. 3) Hasil belajar menunjukkan peningkatan sebesar 21% lewat strategi pembelajaran yang disusun menggunakan hasil dari asesmen diagnostik, dari sebelum diberikan asesmen diagnostik memperoleh hasil 62% dan setelah diberikan mendapat hasil 83% hal ini memberikan gambaran bahwa asesmen diagnostik yang diterapkan mampu meningkatkan hasil belajar dengan pemenuhan kebutuhan belajar siswa. 4) Respon siswa menujukkan rata-rata penilaian 70,1% dengan kategori “Positif
Kata Kunci: Asesmen Diagnostik, Menjahit Blazer, Validitas, Hasil Asesmen Diagnostik, Hasil Belajar, Respon Siswa
This study developed a diagnostic assessment for blazer sewing materials with the aim of identifying students’ cognitive and non-cognitive conditions. The results of the assessment were used as a basis for designing learning strategies that align with students’ needs. The main problem underlying this study was the absence of a standardized diagnostic assessment instrument to identify students’ initial abilities, both cognitively and non-cognitively, prior to the learning process. This condition caused teachers to experience difficulties in understanding students’ initial learning conditions, resulting in learning designs that were less aligned with students’ needs. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model and was conducted at SMK Negeri 2 Tuban with 24 students from Grade 12 DPB 2 as the research subjects. The results of the development of the diagnostic assessment for blazer sewing materials at SMK Negeri 2 Tuban are as follows: (1) the validation results from evaluation experts obtained an average score of 89%, categorized as “Very Feasible,” while language expert validation obtained an average score of 93%, also categorized as “Very Feasible.” The combined average score of both validations was 91%, categorized as “Very Feasible.” (2) The results of the cognitive diagnostic assessment indicated that students’ abilities were in the moderate to high category, as shown by an average cognitive achievement score of 76%. The non-cognitive diagnostic assessment results showed positive learning interest, with a level of interest in blazer sewing materials reaching 70%. Students tended to prefer collaborative learning styles, with approximately 67% choosing group learning and 71% preferring group-based problem solving combined with independent task completion. Preferences for visual and audiovisual learning media were also high, with about 54% of students choosing video tutorials and 46% choosing presentation media. However, in terms of learning readiness, several challenges were identified, including time management, understanding the stages of sewing, and limitations in practice facilities. This was reflected in the preparation and learning problem aspects, which were categorized as moderate to good 54%. Therefore, more structured learning design, appropriate media utilization based on student characteristics, and proper instructional support are required to ensure that blazer sewing instruction can be conducted more effectively and optimally. (3) Learning outcomes showed an improvement of 21% through learning strategies designed based on the diagnostic assessment results, increasing from 62% before the implementation of the diagnostic assessment to 83% after its application. This indicates that the applied diagnostic assessment was able to improve learning outcomes by addressing students’ learning needs. (4) Student responses showed an average score of 70.1%, which falls into the “Positive” category.
Keywords: Diagnostic Assessment, Blazer Sewing, Validity, Diagnostic Assessment Results, Learning Outcomes, Student Responses