Implementasi Program Guru Penggerak dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik dan Profesional Guru, Multi situs Di SMPN 12 Surabaya dan SMPN 32 Surabaya
Ida Nuraini. 2025. Implementasi Program Guru Penggerak Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional dan Pedagogik Guru. Pembimbing Multi Situs di SMPN 12 Surabaya dan SMPN 32 Surabaya: (I) Erny Roesminingsih,S.Pd.,M.Pd dan (II) Prof. Dr. Yatim Riyanto, M.Pd.
Kata Kunci: Implementasi, Guru Penggerak, Kompetensi Profesional, Kompetensi Pedagogik.
Kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran menjadi aspek penting yang diperhatikan oleh guru. Metode pembelajaran yang menarik dan interaktif dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat daya serap materi, serta membangun keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Namun, rendahnya tingkat kreativitas dan inovasi di kalangan guru kerap menyebabkan proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Akibatnya, siswa cenderung merasa bosan dan tidak termotivasi untuk mengikuti pembelajaran, yang pada akhirnya turut berdampak pada rendahnya kompetensi guru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Program Guru Penggerak dalam meningkatkan kompetensi guru, khususnya kompetensi pedagogik dan profesional. Fokus utama penelitian ini mencakup dua aspek: (1) bagaimana pelaksanaan pengembangan pedagogik dalam Program Guru Penggerak dapat meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru, serta (2) bagaimana pelaksanaan pengembangan profesionalisme dalam program tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru secara keseluruhan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pedagogik dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, lokakarya, konferensi, komunitas belajar guru, pembelajaran terdiferensiasi, pendekatan berpusat pada siswa (student-centered learning), pembuatan modul ajar, serta penguasaan teknologi. Pelatihan dilaksanakan secara daring selama enam bulan, sehingga memerlukan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, seperti koneksi internet yang stabil serta perangkat komputer atau laptop dengan spesifikasi yang sesuai. Untuk memperdalam pemahaman terhadap materi pelatihan, guru diharapkan aktif mencari sumber belajar tambahan, tidak hanya mengandalkan materi yang disediakan selama pelatihan.