Evaluasi Kapasitas Penampang Pada Kali Kuncir Hulu Kabupaten Nganjuk Menggunakan Software HEC-RAS
Evaluation of Cross-Sectional Capacity of Kali Kuncir Hulu in Nganjuk Regency Using HEC-RAS Software
Kali Kuncir Hulu terletak di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, seringkali mengalami luapan air yang menggenangi lahan pertanian di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas Kali Kuncir Hulu dalam menampung debit banjir rencana dengan kala ulang 25 tahun (Q25) dan 50 tahun (Q50) berdasarkan karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS) dan curah hujan setempat. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan memadukan pengumpulan data primer melalui survei lapangan dan data sekunder dari literatur, peta DEM, serta referensi ilmiah lainnya.
Simulasi aliran menggunakan software HEC-RAS menunjukkan bahwa debit banjir rencana Q25 adalah 462,882 m³/det dan Q50 adalah 513,855 m³/det, yang dihitung menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu. Berdasarkan simulasi steady flow, ditemukan luapan air pada beberapa titik, terutama pada STA 0+350 hingga STA 1+025, akibat sedimentasi/pendangkalan sungai yang signifikan. Jika kondisi ini ii tidak segera ditangani dengan tepat, maka risiko terjadinya banjir akibat luapan Kali Kuncir Hulu tidak dapat dihindari.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa normalisasi sungai berupa peninggian tanggul merupakan alternatif pengendalian yang efektif. Peninggian tanggul direncanakan menggunakan material tanah yang dipadatkan dan diperoleh dari sekitar lokasi penelitian. Tanggul dirancang dengan tinggi jagaan sebesar 1 meter, lebar puncak tanggul direncanakan sebesar 3 meter, dengan kemiringan talud pada sisi luar dan dalam masing-masing sebesar 1:1,5 meter. Hal tersebut dapat meningkatkan kapasitas aliran dan mencegah luapan di masa mendatang. Selain itu, disarankan penelitian selanjutnya untuk melakukan pengukuran ulang (survei) dimensi sungai menggunakan alat ukur yang sesuai seperti theodolite atau total station guna meningkatkan akurasi data. Perhitungan perencanaan tanggul juga diperlukan untuk mengetahui efektivitas dan stabilitas pada bangunan air tersebut. Selain itu, perbaikan tata guna lahan di sepanjang alur sungai juga direkomendasikan untuk menunjang pengelolaan sungai yang berkelanjutan.
Kali Kuncir Hulu, located in Nganjuk Regency, East Java, frequently experiences overflow that inundates surrounding agricultural land. This study aims to analyze the capacity of Kali Kuncir Hulu in accommodating design flood discharges with return periods of 25 years (Q25) and 50 years (Q50), based on the characteristics of the watershed (DAS) and local rainfall data. A quantitative descriptive method was employed by integrating primary data collected through field surveys with secondary data obtained from literature, DEM maps, and other scientific references.
Flow simulation using the HEC-RAS software showed that the design flood discharges for Q25 and Q50 are 462.882 m³/s and 513.855 m³/s, respectively, calculated using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph. Based on the steady flow simulation, overflow was observed at several locations, particularly between STA 0+350 and STA 1+025, due to significant sedimentation and riverbed aggradation. If this condition is not addressed promptly and properly, the risk of flooding caused by the overflow of Kali Kuncir Hulu will be unavoidable.
The evaluation results indicate that river normalization through embankment elevation is an effective flood control alternative. The embankments are planned to be constructed using compacted soil material sourced from the vicinity of the study area. The embankment is designed with a freeboard height of 1 meters, a crest width of 3 meters, and slope inclinations of 1:1.5 meters on both the outer and inner sides. This measure is expected to increase flow capacity and prevent overflow in the future. Furthermore, it is recommended that future studies conduct resurveying of the river's dimensions using appropriate surveying instruments, such as a theodolite or total station, to improve data accuracy. Detailed design calculations for the embankment are also necessary to evaluate the effectiveness and structural stability of the hydraulic structure. In addition, land use improvements along the river corridor are recommended to support sustainable river management.