UJI COBA TANAH LIAT DARI NGANJUK DAN LIMBAH KERTAS MENJADI PAPER CLAY UNTUK SENI KERAMIK
EXPERIMENTATION OF NGANJUK CLAY AND PAPER WASTE AS PAPER CLAY FOR CERAMIC ART
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya limbah kertas yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari serta perlunya eksplorasi tanah liat lokal sebagai bahan alternatif dalam seni keramik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan paper clay dari tanah liat Nganjuk dan limbah kertas, karakteristik yang dihasilkan, serta penerapannya dalam karya seni keramik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi, dengan analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Bahan yang digunakan berupa tanah liat dari Kabupaten Nganjuk dan limbah kertas yang diolah menjadi bubur kertas dengan variasi komposisi campuran 9:1, 8:2, 7:3, 6:4, dan 5:5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah liat Nganjuk dan limbah kertas dapat diolah menjadi paper clay yang memiliki karakteristik berbeda pada setiap variasi komposisi, terutama dalam plastisitas, kemudahan pembentukan, kestabilan bentuk, dan hasil pembakaran. Paper clay yang dihasilkan dapat diterapkan pada teknik pinch, coil, dan slab. Namun, pada teknik coil untuk formula 6:4 dan 5:5 sulit saat proses pembentukan dan teknik paling mudah untuk semua formula adalah teknik pinch. Paper Clay ini juga bisa dibuat menjadi karya yang tipis dan memiliki ketebalan kurang dari 0,5 cm yang berbentuk pincuk dan balon menggunakan teknik slab. Dengan ini menunjukkan bahwa paper clay yang dihasilkan dapat dibuat menjadi model bentuk yang lain dan paper clay ini berpotensi menjadi material alternatif yang dapat dimanfaatkan dalam penciptaan karya seni keramik.
Kata kunci: tanah liat Nganjuk, limbah kertas, paper clay, seni keramik.
This study was motivated by the increasing amount of paper waste generated in daily life and the need to explore local clay as an alternative material for ceramic art. The study aimed to describe the process of producing paper clay from Nganjuk clay and paper waste, examine its characteristics, and investigate its application in ceramic artworks. An experimental method with a descriptive qualitative approach was employed. Data were collected through observation and documentation and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The materials consisted of clay obtained from Nganjuk Regency and paper waste processed into paper pulp, with clay-to-paper pulp ratios of 9:1, 8:2, 7:3, 6:4, and 5:5. The results showed that Nganjuk clay and paper waste could be processed into paper clay with different characteristics depending on the composition, particularly in terms of plasticity, workability, shape stability, and firing performance. The resulting paper clay was suitable for the pinch, coil, and slab forming techniques. However, the 6:4 and 5:5 compositions were more difficult to shape using the coil technique, whereas the pinch technique was the easiest to apply across all compositions. In addition, the paper clay could be formed into thin ceramic pieces with a thickness of less than 0.5 cm, including pincuk- and balloon-shaped forms, using the slab technique. These findings indicate that the developed paper clay is suitable for producing various ceramic forms and has the potential to serve as an alternative material for ceramic art.
Keywords: Nganjuk clay, paper waste, paper clay, ceramic art.