Makna Simbol Paradoksal dalam Fiksi Karya Royyan Julian (Kajian Semiopsikoanalisis)
The Meaning of Paradoxical Symbols in the Fiction of Royyan Julian (A Semiopsychoanalytic Study)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas makna simbol paradoksal dalam karya sastra yang merefleksikan dinamika budaya, sosial, dan psikologis. Karya fiksi Royyan Julian menghadirkan simbol-simbol yang mengandung kontradiksi internal, sehingga menarik untuk dikaji melalui perspektif semiopsikoanalisis. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna simbol paradoksal dalam fiksi karya Royyan Julian dengan mengintegrasikan teori semiotik Charles Sanders Peirce dan psikoanalisis Jacques Lacan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi hermeneutik. Desain penelitian yang digunakan adalah interpretatif, dengan sumber data berupa empat karya fiksi Royyan Julian, yaitu Tanjung Kemarau, Rumah Jadah, Pendosa yang Saleh, dan Tiang Garam. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan teknik analisis hermeneutika objektif Schleiermacher. Instrumen penelitian berupa pedoman analisis teks yang dikembangkan berdasarkan teori semiopsikoanalisis. Teknik analisis data dilakukan dengan mengkaji aspek pengikonan, pengindeksan, dan penyimbolan yang dikaitkan dengan tatanan imajiner, simbolik, dan nyata dalam teori Lacan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengikonan dalam fiksi Royyan Julian merepresentasikan ilusi kesatuan identitas melalui deskripsi visual dan metafora. Pengindeksan mengungkap hubungan kausal antara trauma atau ketegangan batin tokoh dengan realitas yang mereka hadapi. Sementara itu, penyimbolan mencerminkan konflik antara norma sosial dan aspirasi individu, yang menghasilkan makna paradoksal sebagai bentuk kritik terhadap struktur sosial. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa simbol paradoksal dalam karya Julian menggambarkan ketegangan antara budaya, psikologi individu, dan realitas sosial.
Berdasarkan temuan penelitian, disarankan agar kajian sastra lebih banyak mengeksplorasi simbol paradoksal dalam kaitannya dengan wacana budaya dan kritik sosial. Selain itu, penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan objek kajian dengan membandingkan fenomena simbol paradoksal dalam karya sastra dari berbagai latar budaya.
This study is motivated by the complexity of paradoxical symbol meanings in literary works, which reflect the dynamics of cultural, social, and psychological aspects. The fiction of Royyan Julian presents symbols that contain internal contradictions, making them intriguing for analysis through a semiopsychoanalytic perspective. This study aims to uncover the meaning of paradoxical symbols in Royyan Julian’s fiction by integrating Charles Sanders Peirce’s semiotic theory and Jacques Lacan’s psychoanalysis.
This research employs a qualitative method with a hermeneutic phenomenological approach. The research design is interpretative, with data sources comprising four of Royyan Julian’s fictional works: Tanjung Kemarau, Rumah Jadah, Pendosa yang Saleh, and Tiang Garam. Data were collected through a literature study using Schleiermacher’s objective hermeneutic analysis technique. The research instrument consists of a text analysis guide developed based on semiopsychoanalytic theory. Data analysis was conducted by examining the aspects of iconization, indexation, and symbolization, which are linked to Lacan’s imaginary, symbolic, and real orders.
The findings indicate that iconization in Royyan Julian’s fiction represents the illusion of a unified identity through visual descriptions and metaphors. Indexation reveals causal relationships between the characters’ trauma or internal conflicts and the reality they face. Meanwhile, symbolization reflects the conflict between social norms and individual aspirations, generating paradoxical meanings as a critique of social structures. The study concludes that paradoxical symbols in Julian’s works illustrate the tension between cultural frameworks, individual psychology, and social reality.
Based on the findings, it is recommended that literary studies further explore paradoxical symbols in relation to cultural discourse and social critique. Additionally, future research could expand the scope of study by comparing the phenomenon of paradoxical symbols in literary works from various cultural backgrounds.