MEKANISME PARTISIPATIF PENGELOLAAN SAMPAH OLEH KADER SURABAYA HEBAT (KSH) DI KELURAHAN MOJO KOTA SURABAYA
PARTICIPATORY MECHANISM OF WASTE MANAGEMENT BY KADER SURABAYA HEBAT (KSH) IN MOJO VILLAGE, SURABAYA CITY
Partisipasi masyarakat menjadi isu mendasar yang tidak bisa diabaikan dalam aspek apapun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mekanisme partisipatif pengelolaan sampah oleh Kader Surabaya Hebat (KSH) di Kelurahan Mojo, Kota Surabaya. Fokus utama penelitian ini adalah pada keterlibatan KSH dalam menginisiasi, menyosialisasikan, dan mengoperasionalisasikan program bank sampah di wilayah RW 12 yang menjadi pemenang Surabaya Smart City 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader berperan aktif dalam setiap tahapan, mulai dari perumusan ide, pelaksanaan kegiatan, hingga pemantauan hasil program. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori partisipasi Cohen dan Uphoff yang mencakup empat tahap partisipasi: pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Keterlibatan kader tidak hanya mendukung keberlanjutan program, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Partisipasi aktif menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan mandiri.
Kata Kunci: Partisipasi, Kader Surabaya Hebat, Pengelolaan Sampah.
Community participation is a fundamental issue that cannot be overlooked in any aspect of development. This study aims to describe the participatory mechanism of waste management by Kader Surabaya Hebat (KSH) in Mojo Subdistrict, Surabaya City. The main focus of the research is the involvement of KSH in initiating, socializing, and operationalizing the waste bank program in RW 12, which was the winner of the Surabaya Smart City 2022 competition. This study employs a explorative qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that cadres play an active role in each stage, from idea formulation and program implementation to monitoring results. The analysis is based on Cohen and Uphoff's theory of participation, which includes four stages: decision-making, implementation, benefit utilization, and evaluation. The involvement of KSH not only supports the sustainability of the program but also enhances public awareness and participation in environmentally based waste management. Active participation is the key to creating a clean, healthy, and self-sufficient environment.
Keywords: Participation, Kader Surabaya Hebat, Waste Management.