Dinamika Sepak Bola PSIM Mataram Tahun 1929-1943
PSIM Mataram Football Dynamics 1929-1943
Sepak bola adalah salah satu cabang olahraga yang paling populer di dunia. Pada awal perkembangan sepak bola digunakan sebagai sarana hiburan hingga berkembang menjadi sebuah industri pada masa kini. Sejarah perkembangan sepak bola di Indonesia sendiri memiliki keterkaitan dengan bangsa belanda yang pernah datang ke indonesia, kedatangan bangsa belanda ke indonesia membawa banyak pengaruh dalam berbagai bidang, salah satunya adalah pengaruh sepak bola. Sepak bola merupakan olahraga yang digemari oleh masyarakat indonesia, namun secara historis banyak yang mengetahui sejarah hingga perkembangan PSIM sebagai salah satu dari 7 klub sepak bola pemrakarsa berdirinya organisasi sepak bola nasional PSSI, oleh karena itu penelitian tentang PSIM Mataram diharapkan akan menjadi sumbangan pada ranah keilmuan sejarah sepak bola di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk melihat bagaimana PSIM mataram muncul di Hindia Belanda dari tahun 1929 hingga 1943 dan mengetahui bagaimana PSIM mempengaruhi perkembangan sepak bola Yogyakarta dan nasional. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan PSIM Mataram adalah upaya masyarakat bumiputera Yogyakarta untuk belajar bermain sepak bola dengan struktur yang sama seperti bond sepak bola belanda. PSIM Mataram berkembang dengan baik dari 1929–1943 di bawah pemerintahan Hindia Belanda. Selain itu, PSIM Mataram juga berpartisipasi dalam pembentukan asosiasi sepak bola nasional, PSSI, bersama dengan enam bond sepak bola lain pada tahun 1930. Mereka membantu kemajuan sepak bola nasional dengan menang melawan bond sepak bola bumiputera, belanda, dan tionghoa beberapa kali.
Football is one of the most popular sports in the world. At the beginning of its development, football was used as a means of entertainment until it evolved into an industry in the present day. The history of the development of football in Indonesia is closely related to the Dutch who once came to Indonesia. The arrival of the Dutch in Indonesia brought many influences in various fields, one of which is the influence of football. Football is a sport that is beloved by the Indonesian people, but historically, many are aware of the history and development of PSIM as one of the 7 football clubs that initiated the establishment of the national football organization PSSI. Therefore, research on PSIM Mataram is expected to contribute to the field of football history in Indonesia. This study aims to examine how PSIM Mataram emerged in the Dutch East Indies from 1929 to 1943 and to understand how PSIM influenced the development of football in Yogyakarta and nationally. This research uses historical methods consisting of heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The research results show that the formation of PSIM Mataram was an effort by the indigenous people of Yogyakarta to learn to play football with a structure similar to that of the Dutch football bond. PSIM Mataram thrived from 1929–1943 under the Dutch East Indies administration. In addition, PSIM Mataram also participated in the formation of the national football association, PSSI, along with six other football bonds in 1930. They helped the progress of national football by winning against the native, Dutch, and Chinese football bonds several times.