ANALISIS SEMIOTIKA KOMUNIKASI NONVERBAL DALAM ANIME YUBISAKI TO RENREN [ゆびさきと恋々] KARYA SUU MORISHITA
SEMIOTIC ANALYSIS OF NONVERBAL COMMUNICATION IN THE ANIME YUBISAKI TO RENREN [ゆびさきと恋々] BY SUU MORISHITA
Komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang tidak mengandalkan bahasa lisan, melainkan menggunakan isyarat, gestur, dan ekspresi sering disebut juga sebagai silent language. Terbatasnya kajian mengenai komunikasi nonverbal dalam anime Jepang menjadi dasar utama penelitian dilakukan. Fokus utama penelitian adalah bentuk dan makna dari bahasa isyarat Jepang 日本手話, gestur tubuh みぶり, dan ekspresi wajah ひょうげん yang muncul dalam anime yubisaki to renren. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi dan dokumentasi terhadap 12 episode anime. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, khususnya melalui triangle meaning mencakup representamen, object, dan interpretant. Hasil penelitian mengidentifikasi 66 data komunikasi nonverbal yang terbagi ke dalam tiga kategori utama: bahasa isyarat, gestur tubuh, dan ekspresi wajah. Setiap data dianalisis tidak hanya berdasarkan bentuk tandanya, tetapi juga dimaknai melalui struktur segitiga makna Peirce untuk menggali pesan yang dikandung. Temuan menunjukkan bahwa bahasa isyarat Jepang 日本手話, gestur tubuh みぶり, dan ekspresi wajah ひょうげん dalam anime ini mencerminkan dinamika interaksi penyandang disabilitas dengan masyarakat umum serta nilai-nilai dalam budaya komunikasi masyarakat Jepang.
Nonverbal communication is a form of communication that does not rely on spoken language, but instead utilizes signs, gestures, and expressions—often referred to as a silent language. The limited number of studies on nonverbal communication in Japanese anime forms the main rationale for conducting this research. This study focuses on the forms and meanings of Japanese Sign Language (Nihon Shuwa「日本手話」), body gestures (miburi「みぶり」), and facial expressions (hyōgen「ひょうげん」) as depicted in the anime Yubisaki to Renren. A descriptive qualitative approach was employed through observation and documentation of all 12 episodes of the anime. Data were analyzed using Charles Sanders Peirce’s semiotic theory, particularly the triangle of meaning, which includes representamen, object, and interpretant. The findings identified 66 instances of nonverbal communication, categorized into three main types: sign language, body gestures, and facial expressions. Each instance was analyzed not only based on its form but also interpreted through Peirce’s semiotic triangle to reveal its embedded meaning. The results indicate that Japanese Sign Language, body gestures, and facial expressions in this anime reflect the dynamics of interaction involving individuals with disabilities, as well as the values of Japanese communication culture.