Management of The Sanggar Dapur Seni Probo Wengker in Ponorogo Regency
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unusr manajemen yang terdiri dari man, money, materials, machine, method, market dan menganalisis penerapan fungsi manajemen pelatihan yang dilaksanakan di Sanggar Dapur Seni Probo Wengker. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan unsur manajemen man, money, materials, machine, method, market telah dilaksanakan secara baik, dengan pengelolaan sumber daya manusia yang terorganisir, pengelolaan keuangan yang transparan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, pemanfaatan teknologi pendukung, metode pelatihan yang sistematis, serta pengembangan jaringan dan pasar seni yang luas. Fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan juga dijalankan secara sistematis, mulai dari penyusunan kalender kegiatan, pengelolan anggaran, pembagian tugas, pelaksanaan pelatihan, hingga evaluasi dan pengawasan berkala. Keberhasilan penerapan unsur dan fungsi manajemen ini tercermin dari eksistensi Sanggar Dapur Seni Probo Wengker selama 24 tahun, jumlah peserta didik yang mencapai lebih dari 100 anak, serta partisipasi seperti masuk 10 besar Festival Reyog Mini tahun 2018, 2019, 2022. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan unsur dan fungsi manajemen yang baik telah membantu Sanggar Dapur Seni Probo Wengker mencapai tujuan dalam menjaga dan mengembangkan kesenian khususnya budaya lokal khusunya Reyog Ponorogo di kalangan anak muda. Sistem manajemen yang efektif ini tidak hanya memfasilitasi pelaksanaan pelatihan seni secara terstruktur, tetapi juga mendorong partisipasi aktif anak-anak muda dalam melestarikan budaya tradisional.
Kata Kunci : Dapur Seni Probo Wengker, Manajemen, Sanggar, Ponorogo, Reyog
This study aims to describe the elements of management consisting of man, money, materials, machine, method, and market, and to analyze the implementation of training management functions carried out at Sanggar Dapur Seni Probo Wengker. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the implementation of the management elements of man, money, materials, machine, method, and market has been carried out effectively, with organized human resource management, transparent financial management, adequate provision of facilities and infrastructure, utilization of supporting technology, systematic training methods, and the development of a broad network and art market. Management functions, including planning, organizing, directing, and controlling, are also carried out systematically, from the preparation of activity calendars, budget management, task allocation, training implementation, to regular evaluation and supervision. The success of implementing these management elements and functions is reflected in the existence of the Sanggar Dapur Seni Probo Wengker for 24 years, the number of students reaching over 100 children, and participation such as making it into the top 10 of the Reyog Mini Festival in 2018, 2019, and 2022. The conclusion of this study is that the effective application of management elements and functions has helped the Sanggar Dapur Seni Probo Wengker achieve its objectives in preserving and developing the arts.
Keywords : Dapur Seni Probo Wengker, Management, Sanggar, Ponorogo, Reyog