Perbandingan VO²Max siswa yang bersekolah di kota (SMP Muhammadiyah 18 Surabaya) dan siswa yang bersekolah di desa (SMPN 4 Babat)
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang, salah satu penyebab utama menurunnya tingkat daya tahan tubuh seseorang adalah karena kurangnya aktivitas fisik. Pada era globalisasi ini sudah banyak peralatan yang dirancang otomatis, sehingga banyak sekali hal yang dapat dilakukan tanpa harus mengeluarkan tenaga yang besar.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat daya tahan pada volume oksigen maksimal (VO²Max) diantara siswa yang bersekolah di kota dan siswa yang bersekolah di desa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada 20 siswa yang bersekolah di kota (SMP Muhammadiyah 18 Surabaya) dan siswa yang bersekolah di desa (SMPN 4 Babat). Pengambilan data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan tes MFT (Multistage Fitness Test).
Hasil dari penelitian ini adalah nilai rata-rata VO²Max yang didapatkan dari siswa yang bersekolah di kota yaitu 46,74 ml/kg/menit dengan nilai standar deviasinya 7,22 ml/kg/menit. Untuk siswa yang bersekolah di desa, nilai rata-rata yang dihasilkan yaitu 38,62 ml/kg/menit dengan nilai standar deviasinya 8,99 ml/kg/menit. Syarat untuk melakukan uji t agar mendapatkan hasil yang signifikan yaitu nilai T sig. 2-tailed harus lebih kecil dari 0,05 (P < 0,05) dan hasil dari data yang diperoleh adalah 0,003 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat VO²Max siswa yang bersekolah di kota lebih baik dari pada siswa yang bersekolah di desa. Sekolah SMP Muhammadiyah 18 Surabaya ini meiliki kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang menjadi ekstra yang wajib diikuti oleh seluruh siswa dan siswinya, sehingga mereka dapat lebih aktif melakukan aktivitas fisik di sekolah. Sedangkan di SMPN 4 Babat kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dapat diikuti sesuai minat dan bakat dari peserta didik. Di kota lebih banyak sarana untuk membuat siswa lebih aktif sehingga kalau di desa kurang.
Kata Kunci : Perbandingan, Daya Tahan, VO²Max, desa, kota
There are many factors that can affect a person's immune system, one of the main causes of a person's decreased immune level is due to a lack of physical activity. In this era of globalization, there are many equipment that are designed automatically, so there are a lot of things that can be done without having to spend a lot of energy.
The purpose of this study was to determine the comparison of endurance levels at maximum oxygen volume (VO²Max) between students attending school in cities and students attending school in villages. The research method used is a quantitative descriptive approach method conducted on 20 students who attend school in the city (SMP Muhammadiyah 18 Surabaya) and students who attend school in the village (SMPN 4 Babat). The data collection carried out in this study used the MFT (Multistage Fitness Test).
The result of this study is the average VO²Max value obtained from students attending school in the city, which is 46.74 ml/kg/minute with a standard deviation value of 7.22 ml/kg/minute. For students who attend school in the village, the average value produced is 38.62 ml/kg/minute with a standard deviation value of 8.99 ml/kg/min. The requirement to conduct a t-test in order to get significant results is the T value sig. 2-tailed should be less than 0.05 (P < 0.05) and the result of the data obtained is 0.003 which means H0 is rejected and Ha is accepted.
The conclusion of this study is that the VO²Max level of students who attend school in the city is better than that of students who attend school in the village. Muhammadiyah 18 Surabaya Junior High School has extracurricular sports activities that are extra that all students must participate in, so that they can be more active in physical activities at school. Meanwhile, at SMPN 4 Babat, extracurricular activities are activities that can be followed according to the interests and talents of students. In the city, there are more facilities to make students more active so that in the village there is less.