PRAKTIK PEMBAYARAN NON TUNAI SEBAGAI GAYA HIDUP REMAJA DI KAWASAN WISATA TUNJUNGAN KOTA SURABAYA
THE PRACTICE OF CASHLESS PAYMENTS AS A LIFESTYLE AMONG TEENAGERS IN THE TUNJUNGAN TOURISM AREA SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis praktik penggunaan pembayaran non tunai sebagai bagian dari gaya hidup remaja di kawasan wisata Tunjungan Kota Surabaya. Latar belakang penelitian ini didasari oleh maraknya digitalisasi sistem keuangan yang berdampak pada cara remaja dalam melakukan transaksi, khususnya di ruang-ruang publik yang berorientasi pada gaya hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi menurut James P. Spradley, serta menggunakan teori praktik sosial Pierre Bourdieu untuk menganalisis keterkaitan antara habitus, modal, dan arena sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pembayaran non tunai di kalangan remaja tidak hanya didasari oleh kemudahan teknologi, tetapi juga menjadi simbol status sosial dan representasi gaya hidup modern. Remaja yang memiliki akses terhadap modal ekonomi dan budaya cenderung lebih aktif dan percaya diri dalam menggunakan layanan digital seperti dompet elektronik dan QRIS. Kawasan wisata Tunjungan menjadi arena penting di mana remaja mempraktikkan habitus baru yang berkaitan dengan identitas sosial, kenyamanan konsumsi, dan eksistensi diri melalui teknologi digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik dan bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan dalam menyusun strategi literasi keuangan digital bagi generasi muda.
This study aims to describe and analyze the practice of cashless payments as part of the lifestyle of teenagers in the Tunjungan tourism area of Surabaya City. The background of this research is based on the widespread digitalization of financial systems, which has significantly influenced the way teenagers conduct transactions, particularly in public spaces oriented toward lifestyle and leisure. This research adopts a qualitative approach using James P. Spradley’s ethnographic method and applies Pierre Bourdieu’s theory of social practice to analyze the interrelation between habitus, capital, and social arena. Data collection techniques include participant observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that the use of cashless payments among teenagers is not solely driven by technological convenience but also functions as a symbol of social status and a representation of a modern lifestyle. Teenagers with access to economic and cultural capital tend to be more active and confident in using digital services such as e-wallets and QRIS. The Tunjungan tourism area serves as a significant arena where teenagers develop new habitus related to social identity, consumption comfort, and self-expression through digital technology. This research is expected to serve as an academic reference and policy consideration in formulating digital financial literacy strategies for the younger generation.