Rendahnya
keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi Suhu dan Kalor tercermin
dari data TKA Fisika 2025 (rata-rata nasional 37,65; 53,2% kategori rendah)
serta asesmen awal di SMAN 1 Gondang Mojokerto yang tidak menunjukkan satu pun
peserta didik berkategori tinggi. Potensi kearifan lokal Batik Majapahit
sebagai konteks pembelajaran fisika autentik juga belum dimanfaatkan optimal.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-LKPD Fisika berbasis kearifan lokal
Batik Majapahit dengan model Discovery Learning yang valid, praktis, dan
efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SMA pada
materi Suhu dan Kalor. Penelitian menggunakan metode Research and Development
dengan model ADDIE. Uji coba dilaksanakan di SMAN 1 Gondang Mojokerto
menggunakan desain one group Pre-test Post-test pada kelas XI-3 (eksperimen)
dan XI-5 (replika), masing-masing 30 peserta didik. Instrumen meliputi lembar
validasi ahli, lembar observasi, soal Pre-test-Post-test berbasis indikator
berpikir kritis Facione (interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi,
eksplanasi), serta angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan
E-LKPD sangat valid (rata-rata PoA 94%), sangat praktis (keterlaksanaan
pembelajaran 91,87%; respon peserta didik 94,1%), serta efektif meningkatkan
berpikir kritis, ditunjukkan peningkatan nilai Pre-test (37,97 dan 37,20)
menjadi Post-test (81,37 dan 81,62) dengan rata-rata N-gain 0,69 dan 0,70
berkategori sedang. Uji-t berpasangan menghasilkan signifikansi 0,000 <
0,05, membuktikan perbedaan signifikan antara Pre-test dan Post-test. E-LKPD
Fisika berbasis kearifan lokal Batik Majapahit dengan model Discovery Learning
dinyatakan layak sebagai media pembelajaran fisika materi Suhu dan Kalor di
tingkat SMA.
Kata
Kunci: E-LKPD, Discovery Learning , Kearifan Lokal, Batik
Majapahit, Berpikir Kritis, Suhu dan Kalor