Perancangan Motion Graphic Sebagai Video Pembelajaran Tentang Business Acumen Untuk Pegawai Telkom Bandung
Designing Motion Graphics As An Educational Video On Business Acumen For Telkom Employees Bandung
Dalam era digital yang terus berkembang, pemahaman yang mendalam tentang Business acumen menjadi krusial bagi karyawan untuk meningkatkan kinerja mereka. Untuk kinerja dalam meningkatkan pemahaman materi Business acumen, maka perancangan untuk video pembelajaran berbasis motion graphic tentang Business acumen bagi pegawai PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Bandung dibuat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan para ahli, sementara data kuantitatif dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Data primer yang diperoleh yaitu dari wawancara dan observasi, serta data sekunder dari studi literatur. Proses perancangan mengikuti langkah-langkah design thinking, termasuk tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil pengukuran menggunakan rumus N-gain menunjukkan rata-rata skor sebesar 0,6 atau 60%, menandakan peningkatan pemahaman pegawai. Respon positif dari 19 peserta menunjukkan efektivitas media ini. Berdasarkan perancangan ini, disarankan Telkom untuk terus mengembangkan dan mengeksplorasi berbagai media dalam pembelajaran agar pemahaman pegawai tetap relevan dengan perkembangan zaman.
In an ever evolving digital era, a deep understanding of Business acumen has become crucial for employees to enhance their performance. To improve the comprehension of Business acumen material, a design for a motion graphic-based learning video for employees of PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) in Bandung was developed. This research employs a mixed-methods approach, combining qualitative and quantitative methodologies. Qualitative data was gathered through interviews with experts, while quantitative data was collected via pre tests and post-tests to measure participants understanding improvement. Primary data was obtained from interviews and observations, alongside secondary data from literature studies. The design process followed the steps of design thinking, encompassing the stages of empathize, define, ideate, prototype, and test. Measurement results using the N-gain formula indicated an average score of 0.6, or 60%, reflecting an enhancement in employee understanding. Positive feedback from 19 participants further underscores the effectiveness of this medium. Based on this design, it is recommended that Telkom continue to develop and explore various media in learning to ensure that employee understanding remains relevant in line with contemporary advancements.