EFEKTIVITAS KEBIJAKAN E-GOVERNMENT DALAM PELAPORAN INFRASTRUKTUR PUBLIK: STUDI PADA APLIKASI SILAT JANTAN
EFFECTIVENESS OF E-GOVERNMENT POLICIES IN PUBLIC INFRASTRUCTURE REPORTING: A STUDY ON THE SILAT JANTAN APPLICATION
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi SILAT JANTAN (Sistem Informasi dan Pelaporan Terpadu Jalan dan Jembatan) sebagai inovasi digital dalam pelaporan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun. Latar belakang penelitian didasari oleh permasalahan sistem pelaporan manual yang kurang efisien, rawan kesalahan, serta minim partisipasi masyarakat dalam proses pelaporan dan pemantauan kondisi infrastruktur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan kerangka teori Technology Acceptance Model (TAM), yang mencakup lima indikator utama: perceived usefulness(persepsi kebermanfaatan), perceived ease of use (kemudahan penggunaan), attitude toward using technology (sikap terhadap teknologi), behavioral intention to use (minat perilaku), dan actual system use (penggunaan aktual teknologi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SILAT JANTAN dinilai cukup efektif oleh para pengguna internal di Dinas PUPR, terutama dalam hal mempercepat alur pelaporan, meningkatkan keakuratan data, dan mendukung pengambilan keputusan secara real-time. Meskipun demikian, efektivitas aplikasi masih menghadapi tantangan signifikan, seperti minimnya sosialisasi kepada masyarakat, rendahnya partisipasi pengguna dari wilayah pelosok akibat keterbatasan akses internet, serta kendala teknis dalam proses penggunaan aplikasi (misalnya error sistem dan keterlambatan verifikasi kode akses). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun aplikasi SILAT JANTAN telah memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi dan transparansi pelaporan kerusakan jalan dan jembatan, peningkatan dalam hal dukungan teknis, literasi digital masyarakat, serta strategi komunikasi dan pelatihan masih diperlukan untuk memastikan keberhasilan implementasi secara menyeluruh dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi instansi pemerintah daerah lainnya dalam mengembangkan sistem pelaporan berbasis teknologi guna mendorong pelayanan publik yang lebih responsif, partisipatif, dan akuntabel.
Kata Kunci: Efektivitas, SILAT JANTAN, Infrastruktur Jalan dan Jembatan, E-Government, Technology Acceptance Model (TAM), Inovasi Layanan Publik
EFFECTIVENESS OF E-GOVERNMENT POLICY IN PUBLIC INFRASTRUCTURE REPORTING: A STUDY ON THE SILAT JANTAN APPLICATION
This study aims to evaluate the effectiveness of the SILAT JANTAN application (Integrated Information and Reporting System for Roads and Bridges) as a digital innovation for reporting road and bridge damage in the Public Works and Spatial Planning Agency (Dinas PUPR) of Madiun Regency. The background of this research is rooted in the inefficiencies of the previous manual reporting system, which was prone to delays, errors, and lacked community participation in infrastructure monitoring and maintenance. This research adopts a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation, and analyzed using the Technology Acceptance Model (TAM). The TAM framework focuses on five key indicators: perceived usefulness, perceived ease of use, attitude toward using technology, behavioral intention to use, and actual system use. The findings indicate that the SILAT JANTAN application has been relatively effective, especially in expediting reporting processes, improving data accuracy, and supporting timely and data-driven decision-making by the agency. However, several challenges remain, including limited public outreach and socialization, low participation from remote communities due to internet access limitations, and technical issues such as system errors and delayed verification codes. In conclusion, while SILAT JANTAN has made a significant contribution to improving efficiency and transparency in road and bridge damage reporting, further improvements in technical support, public digital literacy, and user training are necessary to optimize its implementation. This study is expected to serve as a reference for other local governments seeking to adopt digital.
Keywords: Effectiveness, SILAT JANTAN, Road and Bridge Infrastructure, E-Government, Technology Acceptance Model (TAM), Public Service Innovation