KARYA TARI DRAMATIK DENGAN JUDUL “ PUNARBHAVA “
SEBAGAI UNGKAPAN MAKNA MOTIF BATIK CAKRA PALAH
DRAMATIC DANCE WORK WITH THE TITLE " PUNARBHAVA "
AS AN EXPRESSION OF THE MEANING OF THE BATIK MOTIF CAKRA PALAH
Karya tari dramatik ―Punarbhava‖ merupakan ekspresi artistik
yang lahir dari perenungan mendalam terhadap makna motif batik
Cakra Palah, simbol khas Kabupaten Blitar yang sarat nilai filosofis
tentang roda kehidupan manusia. Inspirasi utama karya ini berakar
dari filosofi Cakra Manggilingan, yaitu kesadaran bahwa hidup
senantiasa berputar—dari kejayaan menuju keterpurukan, dan
kembali bangkit dengan kebijaksanaan baru. Dalam karya ini,
koreografer berupaya menyuarakan pesan spiritual bahwa
kesempurnaan hidup bukanlah soal kemewahan atau kuasa,
melainkan tentang kesadaran akan keterbatasan diri sebagai
makhluk ciptaan Tuhan.
Mengusung bentuk tari dramatik dengan struktur kerucut
ganda, Punarbhava menghadirkan dinamika emosi yang kuat dalam
setiap adegannya. Karya ini tidak menuturkan cerita secara linear,
tetapi menekankan suasana dan konflik batin melalui eksplorasi
gerak, ekspresi, tata rias, kostum, hingga pola lantai yang saling
menyatu. Proses kreatifnya memadukan metode konstruksi I milik
Jacqueline Smith, dimulai dari eksplorasi, improvisasi, evaluasi,
hingga penghalusan untuk menyampaikan gagasan secara utuh dan
estetik.
Sebagai wujud kecintaan terhadap warisan budaya lokal,
Punarbhava bukan hanya menjadi media ekspresi pribadi, tetapi
juga berperan sebagai bentuk kontribusi dalam memperkenalkaniiinilai budaya Blitar ke khalayak luas. Melalui karya ini, batik Cakra
Palah tidak lagi hanya tampil dalam bentuk visual di atas kain,
tetapi menjelma menjadi gerak tubuh yang hidup, menyentuh, dan
menginspirasi. Dengan demikian, karya ini diharapkan mampu
membuka ruang dialog antara seni tradisi, spiritualitas, dan
identitas lokal yang terus relevan di tengah perubahan zaman.
Kata Kunci : Karya Tari, Punarbhava, Batik Cakra Palah
The dramatic dance work “Punarbhava” is an artistic expression born
from deep contemplation of the meaning behind the Cakra Palah batik
motif, a cultural symbol of Blitar Regency that holds profound philosophical
values about the cycle of human life. The primary inspiration for this work
stems from the philosophy of Cakra Manggilingan, which conveys the idea
that life continuously turns — from glory to downfall, and then rises again
with newfound wisdom. In this piece, the choreographer seeks to express the
spiritual message that true fulfillment in life is not defined by luxury or
power, but by the awareness of one's limitations as a creation of God.
Using a dramatic dance form with a double-climax structure,
Punarbhava presents intense emotional dynamics in each scene. Rather
than delivering a linear narrative, it emphasizes moods and inner conflicts
through explorations of movement, expression, makeup, costume, and stage
patterns that blend into one cohesive whole. The creative process
incorporates Jacqueline Smith's Construction Method I — starting from
exploration, improvisation, and evaluation, to refinement — to convey the
concept fully and aesthetically.
As an expression of love for local cultural heritage, Punarbhava serves
not only as a personal form of artistic expression but also as a contribution
to introducing the cultural values of Blitar to a broader audience. Through
this work, the Cakra Palah batik motif is no longer confined to visual
patterns on fabric, but transforms into living, touching, and inspiring body
movements.
vThis dance is hoped to open a dialogue between traditional arts, spirituality,
and local identity that remains relevant in today's evolving era.
Keywords: Dance works, Punarbhava, Batik Cakra Palah