Wasting berdampak buruk
pada kesehatan, mengancam keberlangsungan hidup, dan mengancam potensi anak.
Faktor bidang gizi seperti asupan energi dan zat gizi makro, pola asuh
pemberian makan, dan pemberian ASI eksklusif perlu dimaksimalkan untuk meningkatkan
status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan
energi dan zat gizi makro, pola asuh pemberian makan, dan riwayat pemberian ASI
eksklusif pada balita wasting dan non-w asting di wilayah kerja
Puskesmas Sidotopo Wetan Surabaya.
Penelitian ini menggunakan studi case control .
Total sampel 88 balita berusia 7-60 bulan, terdiri dari 44 balita wasting
diambil dengan teknik total sampling dan 44 balita non-wasting
diambil dengan teknik purposive sampling dan matching usia dan
jenis kelamin. Asupan energi dan zat gizi makro diperoleh dengan kuisioner food
recall 3x24 jam, pola asuh pemberian makan diperoleh dari pengisian
kisioner FPSQ (Feedding Practices and Structure Questionnaire ) dan
FPSQ-M (Milk Version ), riwayat pemberian ASI eksklusif diperoleh melalui
wawancara dengan kuisioner, data berat badan menggunakan timbangan digital, dan
dan tinggi badan menggunakan mikrotoa. Anaslisis data menggunakan uji independent
t-test dan Mann Whitney .
Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan
signifikan pada asupan energi (p=0,000), karbohidrat (p=0,023), protein
(p=0,000), lemak (p=0,000), dan riwayat pemberian ASI eksklusif (p=0,003) serta
tidak ada perbedaan yang signifikan pada pola asuh pemberian makan (p=0,632) antara
balita wasting dan non-wasting . Orang tua diharapkan memperhatikan
asupan makan dan memberikan ASI eksklusif.