INNOVATIVE GOVERNANCE PENGELOLAAN SAMPAH MENJADI ENERGI LISTRIK PADA TPS 3R JAMBANGAN KOTA SURABAYA
INNOVATIVE GOVERNANCE OF WASTE MANAGEMENT INTO ELECTRICAL ENERGY AT TPS 3R JAMBANGAN SURABAYA CITY
Innovative governance merupakan suatu perubahan dalam kebijakan atau praktek manajemen yang menghasilkan perbaikan baik dalam kualitas, kuantitas dan tingkat layanan yang diberikan oleh suatu organisasi. Inovasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik menjadi sebuah terobosan baru dalam mengurangi sampah residu yang terdapat pada TPS 3R Jambangan. Bahkan di negara maju sudah banyak diterapkan dalam mengurangi volume sampah. Namun berbeda dengan penerapan yang terdapat pada TPS 3R Jambangan lantaran masih memiliki kendala seperti keterbatasan SDM, masyarakat tidak tertarik dan mesin yang mengalami kerusakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan innovative governance pengelolaan sampah menjadi energi listrik pada TPS 3R Jambangan. Dalam mendeskripsikan innovative governance pengelolaan sampah menjadi energi listrik menggunakan teori yang dikemukakan oleh (Anttiroiko, 2011), yaitu democratic, managerial, development dan service functions of government. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dimana data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu dalam innovative governance pengelolaan sampah menjadi energi listrik pada TPS 3R Jambangan pada indikator democratic dan manajerial sudah cukup baik meskipun belum maksimal. Sedangkan pada development sudah berjalan baik, serta service functions of government belum begitu optimal.
Innovative governance is a change in policy or management practice that result in improvement in the quality, quantity, and level of services provided by organization. Innovation in waste management into electrical energy is a new breakthrough in reducing residual waste contained in TPS 3R Jambangan. Even in developed countries, it has been widely applied in reducing the volume of waste. However, it is different from the application found at TPS 3R Jambangan because it still has obstacles such as limited human resources, the community is not interested and the machine is damaged. The purpose of this research is to describe innovative governance of waste management in electrical energy at TPS 3R Jambangan. In describing innovative governance of waste management into electrical energy using the theory put forward by (Anttiroiko, 2011), namely democratic, managerial, development, and service functions of government. This research method is descriptive qualitative. Where data is collected using observation, interview, and documentation techniques. The data that has been collected is then analyzed by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study are in innovative governance of waste management into electrical energy at TPS 3R. The democratic and managerial indicators are quite good, although not optimal. Meanwhile, the development is going well, and the service functions of the government are not so optimal.
Keywords: Innovative governance, Waste-to-energy management, TPS 3R