KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI
KEPENDUDUKAN MELALUI PROGRAM KARTU
KELUARGA (KK) BARCODE Dİ KELURAHAN KARAH
KOTA SURABAYA
QUALITY OF POPULATION ADMINISTRATIVE SERVICES
THROUGH FAMILY CARD (KK) BARCODE IN KARAH
URBAN VILLAGE, SURABAYA CITY
Pelayanan administrasi kependudukan merupakan aspek
krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan yang efisien dan
responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Di era digital, kualitas
layanan publik berbasis teknologi menjadi tuntutan yang tidak
dapat dihindari. Salah satu inovasi dalam bidang ini adalah
layanan Kartu Keluarga (KK) Barcode yang diterapkan di Kelurahan
Karah, Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kualitas pelayanan administrasi kependudukan melalui layanan
KK Barcode di Kelurahan Karah Kota Surabaya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Fokus penelitian
menggunakan teori Tjiptono dengan lima indikator, yaitu bukti
fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap
(responsiveness), jaminan dan kepastian (assurance & certainty), serta
empati (empathy). Teknik pengumpulan data menggunakan
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data
dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan.
iii
Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan KK Barcode
memberikan kemudahan dalam proses pengurusan dokumen
serta meningkatkan efisiensi waktu. Namun, masih ditemukan
beberapa kendala dalam pelaksanaannya, (1) Pada indikator bukti
fisik, sarana dan prasarana pelayanan kelurahan belum memadai
karena keterbatasan printer, kursi tunggu, papan informasi atau
pengumuman yang kadaluarsa serta ketiadaan banner informasi.
(2) Pada indikator keandalan, Penyedia layanan belum
menunjukkan keandalan karena karena keterbatasan wewenang
antara Dispendukcapil dan kelurahan serta staf pelayanan belum
melaksanakan pelatihan teknis khusus terkait program KK
Barcode. (3) Pada indikator daya tanggap, daya tanggap staf
kelurahan masih kurang karena belum mampu menjaga kecepatan
tanggap dalam mengatasi permasalahan warga saat antrean
melunjak sehingga respons terhadap masyarakat tidak terkendali.
(4) Pada indikator jaminan dan kepastian, ditemukan kurangnya
transparansi mengenai status dokumen administrasi
kependudukan serta belum adanya SOP tertulis Khusus yang
terstandarisasi tentang KK Barcode. (5) Pada indikator empati,
pegawai belum menunjukkan sikap empatik secara personal
terutama kepada kelompok rentan atau lansia serta warga yang
sedang mengalami kendala dalam pengurusan keadministrasian
sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi seluruh lapisan
masyarakat.
Kata Kunci: kualitas pelayanan, KK barcode, administrasi
kependudukan, kualitas pelayanan
Population administration services are a crucial aspect of
efficient and responsive governance that meets the needs of the public. In
the digital era, quality technology-based public services has become an
unavoidable necessity. One such innovation is the Barcode Family Card
(KK Barcode) service implemented in Karah Sub-district, Surabaya City.
This study aims to examine the quality of population administration
services through the KK Barcode service in Karah Sub-district, Surabaya
City.
This research employs a qualitative method with a descriptive
approach. The focus of the study uses Tjiptono’s service quality theory,
which consists of five indicators: tangibles, reliability, responsiveness,
assurance & certainty, and empathy. Data collection techniques include
observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques
involve data collection, data reduction, data presentation, and drawing
conclusions.
The results show that the KK Barcode service facilitates the
document processing procedure and improves time efficiency. However,
several implementation challenges were found: (1) In terms of tangibles,
the service infrastructure at the sub-district office is inadequate due to
v
limited printers, waiting chairs, outdated information boards, and the
absence of information banners. (2) In terms of reliability, service
providers have not demonstrated reliability due to limited authority
between the Civil Registry Office (Dispendukcapil) and the sub-district
office, and staff have not received specific technical training related to the
KK Barcode program. (3) In terms of responsiveness, staff responsiveness
remains lacking as they are unable to maintain quick responses in
handling issues when queues surge, resulting in poor responsiveness to
residents. (4) In terms of assurance and certainty, there is a lack of
transparency regarding the status of population administration
documents, and no standardized written Standard Operating Procedures
(SOPs) specifically for the KK Barcode service exist. (5) In terms of
empathy, staff have yet to show personal especially towards vulnerable
groups or the elderly, as well as empathy toward residents facing
difficulties in administrative processes, thus failing to fully accommodate
all community groups.
Keywords: service quality, KK Barcode, population administration,
service quality