PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL MUSEUM R HAMONG WARDHOYO
VISUAL IDENTITY DESIGN OF THE R HAMONGĀ WARDHOYO MUSEUM
Museum R Hamong Wardhoyo adalah salah satu ikon Kabupaten Boyolali yang berisikan sejarah,
budaya, seni dan peninggalan purbakala yang banyak ditemukan di Boyolali. Museum R Hamong
Wardhoyo memiliki 200 koleksi yang terdiri dari; Diorama, kereta kencana, keris, arca dan lainnya
dimana beberapa koleksi adalah merupakan hibahan dari beberapa tokoh di Boyolali. Meskipun
menjadi salah satu ikon Kabupaten Boyolali namun sayangnya Museum R Hamong Wardoyo masih
kurang diminati oleh masyarakat, selama ini museum kesulitan dalam mempromosikan diri untuk
meningkatkan minat masyarakat agar datang ke museum khususnya remaja, salah satunya karena
museum belum memiliki identitas visual. Oleh karena itu perlu adanya perancangan identitas visual
dan Museum R Hamong Wardhoyo berupa logo yang akan diaplikasikan dalam berbagai media yang
bertujuan untuk mengenalkan museum ke masyarakat dan meningkatkan citra positif museum
sehingga akan membuat masyarakat khusunya remaja tertarik untuk berkunjung ke Museum R
Hamong Wardhoyo. Perancangan ini menggunakan metode kualitatif yang diawali dengan
mengumpukan data primer dan sekunder berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan studi
literatur. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik 5W+1H dan
dirancang menggunakan teori perancangan Robin Landa, yaitu orientation, analysis, conception,
design dan implementation. Desain dibuat dengan style minimalis dengan mengembangkan bentuk
ikonik dari museum yaitu atap dan langit-langit museum dengan logotype yang didapatkan dari
mengembangkan tipografi sans serif. Logo museum mempunyai warna merah yang berasal dari warna
lambang Kabupaten Boyolali, sedangkan bentuk visual garis pada logogram mempunyai makna
semangat dan profesionalitas museum untuk melestarikan sejarah dan budaya di Kabupaten Boyolali
sesuai dengan visi dan misi museum. Setelah tercipta final design, logo diimplementasikan dalam
berbagai media. Hasil yang didapatkan dari perancangan ini yaitu berupa logo dan penerapan pada
media promosi berupa Brosur, desain sosial media Instagram, Merchandise, Wayfinding dan Graphic
Standard Manual.
Kata Kunci: Identitas visual, perancangan, Museum R Hamong Wardhoyo
The R Hamong Wardhoyo Museum is an important cultural landmark located in Boyolali Regency.
The museum houses a collection of over 200 ancient relics, including dioramas, golden carriages,
keris, and statues. Despite being an iconic attraction, the museum has struggled to attract visitors,
particularly teenagers, due to a lack of promotional efforts and a visual identity. To address this
issue, a visual identity in the form of a logo was designed using a qualitative method that involved
collecting primary and secondary data through observations, interviews, documentation, and
literature studies. The 5W+1H technique was used to analyze the data, and Robin Landa's design
theory (orientation, analysis, conception, design, and implementation) was applied to create a
minimalist logo that features the museum's iconic roof and ceiling, along with a red color that
represents the Boyolali Regency symbol. The lines in the logo represent the museum's enthusiasm and
professionalism in preserving the history and culture of Boyolali Regency. The logo was implemented
in various media, including brochures, Instagram social media design, merchandise, wayfinding, and
a graphic standard manual. The new visual identity has helped promote the museum to the public and
increase its positive image, making it more appealing to visitors, especially teenagers.
Keywords: Visual identity , Design, R Hamong Wardhoyo Museum