stunting merupakan suatu
kondisi gizi kronis pada balita ditandai dengan anak tersebut lebih pendek dibandingkan
balita pada usia yang sama berdasarkan tinggi badan. Stunting dapat mempengaruhi gangguan pertumbuhan dan perkembangan ballita
yang disebabkan oleh penyakit yang berulang dan kekurangan gizi kronis. Prevalensi
stunting di Desa Wedoroanom termasuk dalam kategori tertinggi di Kecamatan
Driyorejo Kabupaten Gresik mencapai 36%. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran kejadian stunting, gambaran perkembangan motorik kasar,
motorik halus, dan kognitif, serta untuk mengetahui hubungan kejaduan stunting
dengan perkembangan motorik kasar, motorik halus, dan kognitif pada balita di
Desa Wedoroanom Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional .
Responden penelitian ini 110 anak usia 12-60 bulan yang diperoleh dengan teknik
convenience sampling. Data perkembangan balita dikumpulkan melalui
observasi dengan mengggunakan kuisioner KPSP, sedangkan data balita stunting
dikumpulkan melalui pengukuran WHO antropometri. Analisis
data untuk mengetahui hubungan antara variabel, dilakukan menggunakan uji Chi-square
dan Odds Ratio. Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan
kejadian stunting dengan perkembangan motorik kasar (p-velue = 0,647), nilai OR=0,588
(95%CI=0,059-5,580) maka balita stunting mempunyai peluang 0,6 kali untuk
mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar dibandingankan dengan balita
tidak stunting. Terdapat hubungan kejadian stunting dengan perkembangan motorik
halus ( p-velue = 0,033), nilai OR=2,682
(95% 1,062-6,770) maka balita stunting mempunyai peluang 2,7 kali untuk
mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus dibandingankan dengan balita
tidak stunting. Terdapat hubungan kejadian stunting dengan perkembangan kognitif ( p-velue = 0,004), nilai OR=3,235 (95% CI=
1,427-7,333) maka balita stunting mempunyai peluang 3,2 kali untuk mengalami
keterlambatan perkembangan kognitif dibandingankan dengan balita tidak
stunting. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubunga kejadian
stunting dengan perkembangan fungsi motorik kasar pada balita, akan tetapi
terdapat hubungan kejadian stunting dengan perkembangan motorik halus dan
kognitif pada balita di Desa Wedoroanom Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik.