Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh
rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas V pada materi ekosistem.
Permasalahan tersebut disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih berpusat
pada pendidik sehingga peserta didik kurang dilibatkan secara aktif dalam
kegiatan pembelajaran, yang berdampak pada kurang berkembangnya keterampilan berpikir
kritis. Oleh karena itu, dikembangkan media interaktif ECOLESSA berbasis
android sebagai salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan keterampilan
berpikir kritis peserta didik. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah
untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media
interaktif ECOLESSA dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta
didik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D)
dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain,
pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas ahli
media, ahli materi, serta 32 peserta didik kelas VA SD Negeri 1 Balong. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui angket dan lembar tes berupa pre-test dan
post-test. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis statistik
dan nonstatistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif ECOLESSA
dinyatakan valid berdasarkan hasil uji validasi oleh ahli media dengan
persentase 93% dan ahli materi sebesar 96%, yang termasuk dalam kriteria valid
tanpa revisi. Kepraktisan media diperoleh dari angket respon peserta didik
dengan persentase 100% dan respon pendidik sebesar 97%, yang keduanya termasuk
dalam kategori sangat praktis. Keefektifan media ditunjukkan oleh hasil
ketuntasan belajar peserta didik yang mencapai persentase 100%, sehingga media
dinyatakan sangat efektif digunakan dalam pembelajaran. Peningkatan
keterampilan berpikir kritis terlihat pada setiap indikator, yaitu Elementary
Clarification dan Inference sebesar 0,62 dengan kategori sedang, Basic Support
sebesar 0,65 dengan kategori tinggi, Advance Clarification sebesar 0,75
kategori tinggi, serta Strategies and Tactics sebesar 0,86 kategori tinggi.
Secara keseluruhan, peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik
berdasarkan nilai N-Gain sebesar 0,76 dengan kriteria tinggi. Hasil uji Paired
Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang menandakan
adanya perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis antara pembelajaran
menggunakan media dan tanpa media. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa
media interaktif ECOLESSA efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir
kritis peserta didik, meskipun masih terdapat beberapa kendala pada
masing-masing indikator yang dapat menjadi dasar pengembangan media
selanjutnya.
Kata Kunci: Berpikir Kritis, Ekosistem,
Multimedia Interaktif,
Media ECOLESSA