KARAKTER NOCTIS DARI GAME FINAL FANTASY XV SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI KERAMIK TIGA DIMENSI
THE CHARACTER OF NOCTIS FROM THE GAME FINAL FANTASY XV AS AN IDEA FOR CREATION OF THREE-DIMENSIONAL CERAMIC ARTS
Penciptaan karya ini didasari oleh kegemaran perupa terhadap video game, perupa menggunakan karakter Noctis dari game Final Fantasy XV dikarenakan kisah yang dialami oleh Noctis memiliki kesamaan dengan pengalaman pribadi perupa dalam hal transisi pendewasaan. Karakter yang dimiliki oleh Noctis mengingatkan perupa dengan sifat perupa dulu, yang mana sebagai seorang pemuda yang masih labil kemudian diberi sebuah tanggung jawab yang besar tentulah sangat tidak mudah, akan tetapi perjalanan Noctis menuju kedewasaan inilah yang membentuk sifat dan kepribadiannya menjadi lebih baik. Perupa ingin memvisualisasikan hal-hal yang terjadi pada masa transisi pendewasaan yang dialami perupa dengan tujuan agar generasi muda bisa belajar bahwa mempersiapkan sebuah rencana bagi waktu kedepan itu sangat penting, sehingga apabila sudah masuk waktunya tidak akan terjadi kesalahan dan keraguan yang bisa mempersulit dalam menjalani hidup. Manfaat dari penciptaan karya keramik tiga dimensi ini tentunya sebagai sumber referensi bagi bidang keilmuan dan sebagai pembelajaran dari pengalaman pendewasaan yang dialami oleh Noctis dan perupa. Metode penciptaan yang digunakan perupa berdasarkan metode dari Husen Hendriyana, yang terdiri dari proses pra-perancangan, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Karya yang dihasilkan berjumlah enam karya, dengan judul: 1) Transformasi, 2) Ter-atur, 3) Bermanfaat, 4) Jangan kau tanggung sendiri, 5) Terimakasih, rekan, dan 6) Kepala dingin.
Kata kunci: Video Game, Noctis, Pendewasaan, Seni Keramik.
The creation of this work is based on the artist's passion for video games, the artist uses the character Noctis from the Final Fantasy XV game because the story experienced by Noctis has similarities with the artist's personal experience in terms of the transition of maturity. Noctis’ character reminds of the artist's self in the past, which as a young man who is still unstable then given a big responsibility is certainly not easy, but Noctis' journey towards maturity is what shapes his nature and personality to be better. The artist wants to visualize the things that happen in artist’s maturity transition in hope that the younger generation can learn that preparing a plan for the future is very important, so that when the time comes there will be no mistakes and doubts that can complicate in life. The benefits of creating this three-dimensional ceramic work are of course as a source of reference for the scientific field and as a learning from maturity things experienced by Noctis and the artist. Artist’s method of creation is based on the method from Husen Hendriyana, which consists of the pre-design, design, manifestation, and presentation processes. The resulting works amount to six works, with the titles: 1) “Transformasi” (Transformation), 2) “Ter-atur” (Organized), 3) “Bermanfaat” (Useful), 4) “Jangan Kau Tanggung Sendiri” (Don't take responsibility for it yourself), 5) “Terimakasih, Rekan” (Thank you, colleague), and 6) “Kepala Dingin” (Keep a cool head).
Keywords: Video Games, Noctis, Maturation, Ceramic Arts.