Pengembangan Teknik Jumputan Tritik Kombinasi Ecoprint oleh Siswa di SMP Negeri 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto
Development of Jumputan Tritik Technique Combined with Ecoprint by Student at SMP Negeri 1 Gedeg Mojokerto
Penelitian ini membahas penggabungan teknik jumputan tritik dan ecoprint sebagai bentuk seni tekstil yang estetis dan ramah lingkungan. Penggabungkan kedua teknik ini dilakukan oleh siswa kelas VIII-C SMPN 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto, sekolah adiwiyata nasional dengan lingkungan hijau dan pohon jati sebagai bahan ecoprint. Di sekolah ini belum pernah melakukan praktek jumputan tritik maupun ecoprint. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses persiapan, proses pembuatan, hasil, serta tanggapan siswa dan guru terhadap pengembangan teknik jumputan tritik kombinasi ecoprint. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses persiapan berupa pembuatan bahan ajar, lembar kerja, rubric penilaian, perizinan, alat dan bahan, serta persiapan kain. Sebanyak 32 siswa dibagi menjadi 8 kelompok dan menghasilkan 4 hiasan dinding serta 4 taplak meja dengan waktu pembuatan 5 kali pertemuan. Hasil menunjukkan bahwa teknik kombinasi ini memberi pengalaman baru, meningkatkan keterampilan, meningkatkan kreativitas serta menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan alami. Tanggapan dari guru dan siswa sangat baik dan antusias. Teknik ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai ide peluang usaha tekstil ramah lingkungan
This study explores the combination of tritik tie-dye and ecoprint techniques as a form of textile art that is both aesthetic and environmentally friendly. The project was carried out by Grade VIII-C students at SMPN 1 Gedeg, Mojokerto, a national Adiwiyata school with a green environment and teak trees, which were used as ecoprint materials. The school had never previously conducted practical activities involving tritik or ecoprint techniques. This research aims to describe the preparation process, the creation process, the results, and the responses from students and teachers regarding the development of this technique. The study used a qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. Preparations included teaching materials, worksheets, assessment rubrics, permissions, tools, and fabric treatments. Thirty-two students were divided into 8 groups and produced 4 wall hangings and 4 tablecloths within 5 sessions. The results show that the combined technique provided new experiences, enhanced skills and creativity, and fostered environmental awareness. Feedback from students and teachers was highly positive. This technique also shows potential for development as an environmentally friendly textile business idea