Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Materi Bangun Ruang Melalui Collaborative Problem Solving
Students' Problem-Solving Ability in Spatial Geometry Material Through Collaborative Problem Solving
Kemampuan pemecahan masalah merupakan keterampilan yang penting dimiliki siswa karena menjadi indikator utama keberhasilan dalam pembelajaran matematika, terutama pada materi bangun ruang yang memerlukan pemahaman konsep dan penerapan strategi secara tepat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi bangun ruang melalui Collaborative Problem Solving (CPS) dengan membandingkan kelompok siswa homogen dan heterogen. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 23 Surabaya. Subjek penelitian terdiri dari enam siswa yang dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu satu kelompok homogen berkemampuan matematika tinggi dan satu kelompok heterogen yang terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data penelitian dikumpulkan melalui tes kemampuan matematika, tes kemampuan pemecahan masalah bangun ruang yang dikerjakan secara kolaboratif, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa dianalisis menggunakan indikator Polya secara kolaboratif. Kelompok homogen mampu menunjukkan proses pemecahan masalah yang lebih sistematis dan seimbang dalam memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan mengevaluasi solusi. Sementara itu, kelompok heterogen menunjukkan perbedaan kontribusi antaranggota, di mana siswa berkemampuan tinggi lebih dominan dan siswa berkemampuan sedang maupun rendah masih memerlukan arahan dalam memahami masalah dan menentukan strategi penyelesaian. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa komposisi kelompok berpengaruh terhadap kualitas pemecahan masalah siswa, sehingga penelitian lanjutan diperlukan untuk mengkaji dinamika CPS pada kelompok dengan kemampuan matematika yang lebih beragam.
Problem solving ability is an essential skill for students because it serves as a key indicator of success in mathematics learning, particularly in solid geometry, which requires conceptual understanding and the application of appropriate strategies. This study is a descriptive qualitative research that aims to describe students’ problem-solving abilities in solid geometry through Collaborative Problem Solving (CPS) by comparing homogeneous and heterogeneous student groups. The research was conducted with eighth-grade students at SMP Negeri 23 Surabaya. The subjects consisted of six students divided into two groups: a homogeneous group with high mathematical ability and a heterogeneous group composed of students with high, medium, and low mathematical abilities. The data were collected through a mathematics ability test, a collaboratively administered solid-geometry problem-solving test, and interviews. The findings show that students’ problem-solving abilities were analyzed using Polya’s indicators in a collaborative setting. The homogeneous group demonstrated a more systematic and balanced problem-solving process in understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan, and evaluating the solution. Meanwhile, the heterogeneous group showed varied contributions among members, with high-ability students taking dominant roles, and medium- and low-ability students requiring guidance in understanding the problem and determining solution strategies. The results indicate that group composition influences the quality of students’ problem-solving abilities, suggesting the need for further research to examine CPS dynamics in groups with more diverse mathematical abilities.