KONSTRUKSI IDENTITAS PROFESI DOSEN BAHASA INGGRIS DALAM PENGAJARAN SASTRA INGGRIS TINGKAT PERGURUAN TINGGI
EFL LECTURERS' PROFESSIONAL IDENTITY CONSTRUCTION IN TEACHING ENGLISH LITERATURE AT THE TERTIARY LEVEL
Identitas profesional dosen program studi sastra Inggris memiliki relevansi penting dalam mengukur kualitas dan kemanjuran pengajaran mengingat sifat RP 10mis pendidikan tinggi. Beberapa penelitian telah membahas tentang identitas profesional Guru Bahasa Inggris namun hanya sedikit penelitian yang membahas tentang konstruksi identitas profesional Dosen Sastra Inggris di Indonesia. Penelitian ini menyelidiki bagaimana dosen Sastra Inggris mengkonstruksi identitas profesionalnya, motivasi dosen Sastra Inggris terhadap identitas profesionalnya dalam mengajar Sastra Inggris, dan bagaimana pengalaman pengembangan profesional berkontribusi terhadap konstruksi identitas profesional dosen Sastra Inggris.
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, studi kasus ini menerapkan metodologi kualitatif—termasuk wawancara, kelompok fokus, dan observasi kelas. Tujuan dari pendekatan menyeluruh ini adalah untuk menawarkan pemahaman komprehensif tentang bagaimana dosen sastra Inggris membangun identitas profesionalnya. Penelitian ini mengkaji berbagai aspek yang berdampak pada pembentukan identitas profesional.
Hasil penelitian menunjukkan enam cara untuk membangun identitas profesional dalam konteks pengajaran sastra Inggris yaitu menerapkan peran fasilitator untuk membangun identitas sebagai dosen yang berpengaruh, menggunakan peran sebagai pendongeng untuk menciptakan identitas sebagai penerjemah lisan, mengoptimalkan aktivitas menulis untuk menciptakan identitas sebagai penulis akademis, memanfaatkan platform digital untuk membangun identitas sebagai dosen bahasa Inggris yang menguasai teknologi, menugaskan pengabdian masyarakat untuk membangun identitas sebagai pengembang komunitas, dan menggunakan platform online untuk membangun identitas sebagai pengembang materi. Temuan ini menekankan kemungkinan perubahan peran dalam konteks pendidikan, sehingga memungkinkan pendidik untuk secara efektif menyesuaikan dan mengembangkan tanggung jawab mereka untuk memenuhi kebutuhan lingkungan belajar yang bervariasi. Implikasi pedagogis dan rekomendasi penelitian disajikan dalam penelitian ini.
The professional identity of English as a Foreign Language (EFL) literature lecturer is essential in measuring the quality and efficacy of instruction given the dynamic nature of higher education. Several studies have discussed the professional identity of English Teachers. However, few studies have examined the professional identity construction of English Literature Lecturers in Indonesia. The present research investigates how lecturers of English Literature construct their professional identities, the motivation of English Literature lecturers for their professional identity in teaching English Literature, and how professional development experience contributes to the construction of English Literature lecturers' professional identity. Using a qualitative approach, this case study employed qualitative methodologies, such as interviews, focus groups, and classroom observations. The objective of this all-encompassing approach is to offer a comprehensive comprehension of how English literature lecturers construct their professional identities. This research examines the various facets that impact the formation of professional identities.
The result shows six ways to construct professional identity: in Applying the facilitator role to construct an identity as an influential lecturer, using the role as a storyteller to create an identity as a verbal translator, optimizing writing activity to create an identity as an academic author, utilizing digital platform to construct identity as a tech Savvy EFL Lecturer, assigning service learning to construct identity as a community developer, and using online platform to construct identity as a material developer. These findings emphasize the possibility of changing roles in educational contexts, allowing educators to effectively adjust and develop their responsibilities to address the requirements of varied learning environments. Pedagogical implications and recommendations were suggested.