Analisis Sonkeigo dan Kenjougo dalam Anime Berlatar Kerajaan Kusuriya no Hitorigoto (薬屋のひとりごと) Karya Natsu Hyūga
Analysis of Sonkeigo and Kenjougo in the Imperial Court-Setting Anime Kusuriya no Hitorigoto (薬屋のひとりごと) by Natsu Hyūga
Kata kunci: Sonkeigo, Kenjougo, Keigo, Kerajaan, Anime.
Penggunaan keigo dalam bahasa Jepang berperan penting dalam komunikasi sosial, terutama dalam masyarakat dengan sistem hierarki yang kuat, seperti lingkungan kerajaan. Namun, masih sedikit penelitian yang secara khusus mengkaji penggunaan sonkeigo dan kenjougo dalam anime berlatar kerajaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk sonkeigo dan kenjougo yang digunakan oleh karakter serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya dalam anime Kusuriya no Hitorigoto.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa dialog yang mengandung sonkeigo dan kenjougo dalam 24 episode anime dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian diklasifikasikan berdasarkan bentuk keigo dan faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan teori keigo dan teori faktor penggunaan keigo.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 72 data keigo, terdiri dari 38 data sonkeigo dan 34 data kenjougo. Sonkeigo digunakan untuk menghormati lawan bicara dengan kedudukan lebih tinggi, sedangkan kenjougo digunakan untuk merendahkan diri sebagai bentuk penghormatan. Faktor utama yang memengaruhi penggunaan keigo dalam anime ini dianalisis menggunakan teori Mizutani (1987), yang mencakup lima faktor: status sosial (45 data), hubungan sosial (17 data), situasi (7 data), keakraban (2 data), dan usia (1 data), dengan status sosial sebagai faktor paling dominan.
Penggunaan keigo dalam Kusuriya no Hitorigoto konsisten dengan norma kesantunan dalam bahasa Jepang, mencerminkan sistem hierarki sosial yang kuat. Penelitian selanjutnya dapat membandingkan penggunaan keigo dalam anime dengan komunikasi sehari-hari di Jepang atau menganalisisnya dalam berbagai latar sosial untuk melihat konsistensi penggunaannya dalam media fiksi.
Keywords: Sonkeigo, Kenjougo, Keigo, Royalty, Anime.
The use of keigo (honorific language) in Japanese plays an important role in social communication, especially in hierarchical societies such as royal environments. However, there is still little research specifically examining the use of sonkeigo (respectful language) and kenjougo (humble language) in anime set in royal courts. Therefore, this study aims to identify the forms of sonkeigo and kenjougo used by characters and analyze the factors influencing their use in the anime Kusuriya no Hitorigoto.
This research employs a descriptive qualitative method. The data consist of dialogues containing sonkeigo and kenjougo from 24 episodes of the anime, collected through observation and note-taking techniques. The data were then classified based on keigo forms and the influencing factors. The analysis was conducted qualitatively using the keigo theory of Parastuti & Pratita (2020) and the keigo usage factor theory of Mizutani (1987).
The results of the study indicate that there are 72 instances of keigo usage, consisting of 38 instances of sonkeigo and 34 instances of kenjougo. Sonkeigo is used to show respect toward someone of higher status, while kenjougo is used to humble oneself as a form of respect. The factors influencing the use of keigo in this anime were analyzed based on Mizutani’s (1987) theory, which includes five factors: social status (45 instances), social relationship (17 instances), situation (7 instances), familiarity (2 instances), and age (1 instance). Among these, social status was found to be the most dominant factor.
The use of keigo in Kusuriya no Hitorigoto aligns with the norms of politeness in Japanese and reflects a strong social hierarchy. Future research could compare keigo usage in anime with real-life communication in Japan or analyze its use in various social settings to explore the consistency of honorifics in fictional media.